Masyarakat Dianggap Rindu Program SBY, Partai Demokrat Yakin Duduki 1 Fraksi DPRD
Politik

Masyarakat Dianggap Rindu Program SBY, Partai Demokrat Yakin Duduki 1 Fraksi DPRD

Bantul,(bantul.sorot.co)--Pemilihan umum (pemilu) calon anggota legislatif akan diselenggarakan 17 April 2019 mendatang. Dalam perhelatannya, Partai Demokrat Bantul bertekad menduduki 1 fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul.

Ketua DPC Partai Demokrat Bantul, Nur Rachmat JP mengaku optimis target tersebut tercapai dan berpeluang besar. Pasalnya, keyakinan untuk menerima kembali mandat rakyat tersebut lantaran Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sering turun langsung menyapa rakyat di berbagai penjuru Indonesia.

Selain itu, coattail effect atau efek ekor jas dari anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab disapa AHY, diyakini mampu mendongkrak popularitas. Sehingga partai berlambang bintang bersinar tiga arah tersebut bisa berada di puncak dalam Pileg 2019 mendatang.

"Sekarang berhembus angin yang baik kita ada AHY ya kita bawa ke daerah. Antusiasme masyarakat terhadap AHY luar biasa, utamanya adalah rindu program-program SBY. Dulu kan skala prioritas Pak SBY itu UMKM, pendidikan kesehatan dan pengentasan kemiskinan BLT (bantuan langsung tunai). Nah masyarakat sekarang itu rindu program SBY," ujarnya, Selasa (15/05/2018).

Menurut Nur Rachmat, selain hal tersebut, jajarannya bakal langsung ke akar rumput. Menyampaikan program-program pro rakyat yang akan dibawa ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bantul. 

Adapun target 6 kursi DPRD Bantul dari 6 daerah pemilihan (Dapil), kata Nur, bukan sebuah target yang muluk-muluk. Pada pemilu 2009, partainya berhasil menduduki 5 kursi dan menjadi partai penguasa. Berkaca pada pengalaman-pengalaman tersebut, pihaknya pun mengklaim akan berhasil.

Sementara itu, Partai Demokrat Bantul memanggil putra putri terbaik Bantul untuk bergabung menjadi anggota DPRD Bantul. Nur menjelaskan, partainya membuka pendaftaran bakal calon anggota legislatif mulai 15 Mei 2018.

Untuk pendaftaran umum, pihaknya mematok syarat dengan usia minimal 17 tahun, pendidikan paling rendah Sekolah Menengah Pertama (SMA), Warga Negara Indonesia (WNI) dan mengisi blangko pendaftaran.

Dan yang perlu ditegaskan disini, tidak ada pendaftaran pakai uang, masuk gratis, tandasnya.