Pasca Ledakan Bom Jawa Timur, Anggota Lakukan Penjagaan Ketat Mako Polres
Hukum & Kriminal

Pasca Ledakan Bom Jawa Timur, Anggota Lakukan Penjagaan Ketat Mako Polres

Bantul,(bantul.sorot.co)--Kepolisian Resor Bantul menjaga ketat markas--markas polisi di wilayah Kabupaten Bantul. Pasalnya, selain tempat ibadah, sasaran aksi teroris juga mengarah ke anggita dan markas polisi. Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan menyebut satu pertiga dari jumlah keseluruhan anggota polri yakni sekitar 1560 orang di wilayah Bantul terlibat untuk menjaga markas-markas polisi.

Pengamanan markas-markas polisi kita perketat. Markas polisi seperti polres, polsek, pos-pos polisi dan asrama polisi,” ujarnya, Senin (14/05/2018).

Serentetan ledakan bom bunuh diri di sejumlah gereja di Surabaya, ledakan bom kembali terjadi di sebuah Rusunawa Wonocolo Sidoarjo dan Mapolresta Surabaya. Serangan itu menyebabkan belasan korban meninggal dunia dan puluhan lainnya haris dirawat karena menderita luka-luka. 

Serangan bom bunuh diri di Mapolresta Surabaya Senin pagi, dilakukan oleh empat orang terduga teroris dengan mengendarai sepeda motor. Kendaraan pelaku hendak masuk ke dalam mapolres dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas jaga. Sesaat kemudian, terjadi ledakan hebat yang menyebabkan sejumlah petugas jaga dan warga sipil mengalami luka-luka.

Sementara itu dari pantauan sorot.co, beberapa personil polisi bersenjata lengkap menjaga pintu gerbang masuk Polres Bantul. Setiap warga yang masuk ke Mako Polres dilakukan pemeriksaan dengan ketat trermasuk barang bawaan. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kejadian serupa di Mapolresta Surabaya.

Kita belum tahu, status siaga 1 selesai. Kita nunggu perintis dari Kapolda,” tandas Kapolres.