Awasi Pergerakan Teroris, Polres Bantul Terjunkan 1.500 Personil
Hukum & Kriminal

Awasi Pergerakan Teroris, Polres Bantul Terjunkan 1.500 Personil

Bantul,(bantul.sorot.co)--Kepolisian Resor Bantul menetapkan siaga 1 pasca adanya serangkaian aksi terorisme di Kota Surabaya Jawa Timur, Minggu-Senin, 13-14 Mei 2018. Status siaga 1 tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dhofiri.

Siaga 1 ditetapkan Kapolda DIY sebagai bentuk antisipasi adanya teror di wilayah hukum Polda DIY khususnya di Kabupaten Bantul. Selain itu, siaga 1 untuk meningkatkan kewaspadaan pasca aksi terorisme di Surabaya yang menelan korban tewas belasan orang dan melukai puluhan manusia tak berdosa lainnya.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan mengatakan, status siaga 1 telah ditetapkan sejak 13 Mei 2018, pasca bom mengguncang sejumlah Gereja di Kota Surabaya. Perintah tersebut mewajibkan anggota polisi berada di Markas Komando (Mako) Polres Bantul.

Siaga 1 perintah langsung dari Kapolda sejak 13 Mei 2018. Siaga 1 anggota harus ada di Mako,” ujarnya, saat ditemui sorot.co diruang kerjanya, Senin (14/5/2018) sore.

Hasat menjelaskan, pihaknya menerjunkan satu pertiga personil kepolisian atau sekitar 1.500 personil di jajaran Polres Bantul. Personil tersebut merupakan gabungan dari Polres dan Polsek se Kabupaten Bantul, di semua fungsi. Mereka diterjunkan untuk menjaga objek-objek vital di wilayah Kabupaten Bantul. 

Selain di mako, mereka patroli mengamankan objek-objek vital atau keramaian, seperti Pertamina Rewulu Sedayu, tempat-tempat keramaian misalnya pasar dan semua tempat tempat ibadah,” tandasnya.

Hasat menghimbau masyarakat untuk tetap tenang. Siaga 1 sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan. Pihaknya pun berharap partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, jika mendapati eorang yang mencurigakan agar berkomunikasi dengan aparat pemerintah setempat, babhinkamtibmas maupun babinsa agar segera ditindaklanjuti. Hal tersebut sebagai upaya antisipasi bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Kita tidak bisa bekerja sendiri, masyarakat harus berperan. Ada hal yang mencurigakan, silakan lapor ke Babhinkamtibmas, Babinsa, Ketua RT atau Pak Dukuh,” pungkasnya.