Bentuk Generasi Muda Berkarakter Islami, Pemkab Gelar Festival Anak Yatim Sholeh
Sosial

Bentuk Generasi Muda Berkarakter Islami, Pemkab Gelar Festival Anak Yatim Sholeh

Bantul,(bantul.sorot.co)--Dalam rangka memperingati dan mendoakan arwah korban Gempa Bumi Bantul 27 Mei 2006, Pemerintah Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Festival Anak Yatim Sholeh (FAYS) Tahun 2018. Kegiatan ini juga sebagai wujud kepedulian kepada anak yatim yang sebagian ditinggal orang tuanya karena bencana gempa bumi tersebut.

Gelaran yang digelar di Gedung Pertemuan Komplek Perkantoran Pemda II Manding, Minggu (13/5) ini, menggambil tema ‘Menyiapkan Generasi Cerdas, Mandiri dan Menjadi Tumpuan Umat’. Ketua penyelenggara Sudadi, mengungkapkan, kegiatan ini digagagas dari keprihatinan masyarakat Bantul, atas peristiwa bencana gempa bumi 2016 silam. Dalam musibah itu, jatuh ribuan korban jiwa kemudian menjadikan banyak anak yatim di Bantul.

Sudadi menambahkan, kegiatan ini sendiri diikuti oleh perwakilan anak yatim se- Bantul sebanyak 683 anak. Adapun tujuan digelarnya lomba ini adalah untuk mengetahui kemampuan anak-anak berlatih selama setahun dalam belajar menghafal Al-Quran.

Anak-anak yatim kita ajak berkumpul untuk mendoakan orang tua mereka dan korban gempa yang sudah meninggaldunia. Kita juga berdoa kepada Allah SWT dengan harapan, Bantul tidak akan terjadi bencana lagi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bantul yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Kabupaten Bantul, Supriyanto, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Bantul menyambut baik dan merasa bangga dengan kegiatan Festival Anak Yatim Sholeh. Pihaknya berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mencari siapa yang terbaik, namun bisa dijadikan sebagai sarana memperkokoh jalinan silahturahim untuk mewujudkan Ukuwah Islamiah. 

Selain itu, anak-anak peserta Festival Anak Yatim Sholeh dapat membentuk karakter dirinya menjadi generasi yang sholeh, mandiri dan unggul menghadapi tantangan hidup kedepan. Di tengah era modernisasi dan digitalisasi ini, kemajuan teknologi harus diwaspadai sehingga diperlukan pengawasan yang ketat kepada generasi peneurs dalam pergaulan atau berperilaku.

Kegiatan ini sangat bagus, karena memberi ruang dan kemampuan kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, sekaligus memperoleh ilmu keagamaan yang kelak menjadi bekal dalam menjalani kehidupannya. Kita harus memperkenalkan dan menanamkan nilai nilai Al-Quran sejak usia dini, sebagai wadah dalam pembentukan insan yang berkarakter Islami,” ujarnya.