PD BPR Bank Bantul Berikan Bantuan Puluhan Tenda PKL Pasar Bantul
Ekonomi

PD BPR Bank Bantul Berikan Bantuan Puluhan Tenda PKL Pasar Bantul

Bantul,(bantul.sorot.co)--Guna mendukung pertumbuhan dan perekonomian di sektor pedagang kaki lima (PKL), Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Bank Bantul, memberikan bantuan subsidi dan kredit kepada puluhan PKL Pasar Bantul. Bantuan sebanyak 33 unit tenda PKL tersebut diserahkan secara simbolik oleh Bupati Bantuk Suharsono kepada perwakilan pedagang di lantai dua Pasar Bantul Jumat (11/5/2018) sore.

Direktur Utama PD BPR Bank Bantul, Dra Aristini Sriyatun, mengungkapkan, pengadaan tenda tersebut dilakukan dengan system pinjaman dengan program Kredit Projo Bakul dengan jangka waktu 10 bulan. Dalam program pengadaan tenda PKL ini setiap pedagang mendapatkan bantuan subsidi sebesar Rp 900.000 per tenda. Ada dua jenis tenda yang dibuat yakni tenda dengan ukuran 2,5x3,5 meter senilai Rp 3,5 juta dan tenda ukuran 2,5x,2 meter senilai Rp 2,5 juta.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap perkembangan para pelaku UMKM dalam hal ini para pedagang kaki lima di Pasar Bantul. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi pedagang untuk mengembangkan usahanya agar lebih baik. Dengan memiliki tenda ini pedagang juga akan lebih tertata dan rapi. Kami Bank Bantul juga membuka diri bagi para PKL yang ingin mengajukan pinjaman tanpa agunan dan bunga murah dengan system kelompok,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Perdagangan Bantul Reni Mariastuti berharap, dengan bantuan tenda dari Bank Bantul ini dapat menambah Pasar Bantul lebih banyak dikunjungi, terutama untuk menghidupkan suasana malam di Pasar Bantul dengan jajanan dan kuliner mala hari. Pasar Bantul merupakan salah salah satu dari 32 pasar tradisional yang dikelola oleh Dinas Perdagangan Bantul. Ia berharap Pasar Bantul ke depan bisa menjadi Icon Kota Bantul karena Pasar Bantul merupakan pasar satu-satunya yang berada di jantung kota. 

Dijelaskan Reni, dalam rangka penataan PKL pasar Bantul ini pihaknya membuat kesepakatan antara Pemkab dan para PKL. Di antaranya, PKL bersedia mengikuti konsep penataan yang dilkakukan oleh Pemkab Bantul, para pedagang bersedia membentuk paguyuban pedagang, PKL wajib menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban di sekitar Pasar Bantul.

Kemudian yang tidak kalah penting adalah, tenda yang diberikan kepada PKL adalah tenda bongkar pasang, sehingga ketika selesai berjualan semua pedagang wajib melipat dan menggulung tenda tersebut. Harapannya, kondisi di depan Pasar Bantul tetap bersih dan rapi,” katanya.

Salah satu pedagang wedang ronde, Sukaryono, mengaku sudah berjualan di depan Pasar Bantul sejak 18 tahun yang lalu. sebelum adanya penataan kawasan depan Pasar Bantul, seluruh PKL direlokasi ke tempat sementara di sebelah selatan dan utara pasar. Setelah disetujui untuk kembali menempati lokasi depan pasar, ia berharap omzet penjualan kembali normal karena selama di tempat relokasi sementara, pendapatan mereka turun drastis.

Kemarin turun drastis waktu dipindah di selatan, pelanggan pada nyari gak tahu tempatnya. Ini pindah lagi, semoga bisa ramel lagi,” ujar pria paruh baya asal Wonosari Gunungkidul itu.

Sementara itu, Bupati Suharsono, menyatakan Pemkab Bantul terus berkomitmen untuk memberikan dukungan dan pengembangan kepada UMKM di Bantul. Bupati berharap, para pedagang dapat merawat tenda bantuan dari Bank Bantul tersebut. Pedagang juga diminta untuk mematuhi kesepakatan untuk tetap menjaga kebersihan, kenyamanan di lingkungan sekitar Pasar Bantul. Selain itu, pedagang juga harus bisa menjaga kualitas, menjaga higienitas dan kesehatan produk makanan yang dijual.

Untuk pengurus paguyuban PKL di sini saya minta agar mampu menciptakan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan di antara pedagang sehingga tercipta kenyamanan dalam berusaha,” katanya.