Ponpes Sunan Kalijaga Ajak Komponen Bangsa Perangi Terorisme
Sosial

Ponpes Sunan Kalijaga Ajak Komponen Bangsa Perangi Terorisme

Bantul,(bantul.sorot.co)--Pengasuh Pondok Pesantren (Pon Pes) Sunan Kalijaga di Padukuhan Gesikan Jaranan, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Beny Susanto mengatakan, seorang narapidana terorisme (napiter) yang meninggal dunia di Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat bukanlah mati syahid. Beny menyebut dia bukanlah syuhada lantaran telah melakukan kejahatan terorisme dan membunuh polisi dengan cara sadis.

Beny mendoakan lima anggota polisi yang gugur dalam dalam kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada Selasa (08/05) hingga Rabu (09/05) dini hari, meninggal dalam keadaan khusnul khatimah dan dicatat sebagai para syuhada. Kelima polisi telah bertaruh nyawa demi membela dan memberikan rasa aman kepada bangsa dan negaranya.

Meskipun terdapat lima korban polisi yang meninggal akibat kebiadaban napiter (narapidana terorisme), semoga khusnul khatimah dan menjadi syuhada, bunga bangsa dan negara. Sementara napiter yang meninggal bukanlah mati syahid, karena melakukan kejahatan terorisme dan membunuh polisi,” ujarnya, Kamis (10/05).

Keluarga besar Ponpes Sunan Kalijaga mengapresiasi kinerja Polri dan aparat terkait penanggulangan kerusuhan dalam Rutan Mako Brimob Kelapa Dua dengan secara cepat, terukur dan tetap menjaga hak-hak asasi manusia. Sebagai warga, sudah sepatutnya bangsa dan negara ini berterima kasih atas kinerja polri dan aparat keamanan terkait, yang selalu konsisten menanggulangi segala bentuk aksi terorisme. 

Ponpes Sunan Kalijaga mengajak seluruh komponen bangsa dan negara dengan kapasitas dan potensi masing-masing untuk bersatu bersama-sama memberantas terorisme. Beny mengatakan, kejahatan terorisme bukanlah kejahatan biasa melainkan kejahatan luar biasa (ektra ordinary crime) yang penanganannya tidak hanya dibebankan kepada aparat kepolisian maupun aparat keamanan terkait. Namun membasmi terorisme memerlukan sinergitas antar elemen bangsa dan negara.

Di dalam rumah tahanan saja napiter bisa melakukan kejahatan yang demikian biadab, apalagi diluar tahanan,” tandasnya.

Beny berharap proses hukum terhadap oknum napiter yang membunuh polisi secara sadis dan biadab tersebut ditegakkan demi keadilan. Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku dengan transparan dan adil guna mendapatkan kepastian hukum yang profesional.

Terkait kasus tersebut, Beny menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas wafatnya 5 anggota polri. Duka tersebut bukan hanya dirasakan keluarga korban, institusi polri namun seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Korp baju cokelat tersebut gugur saat menjalankan tugas melawan terorisme.