Nekat Beroperasi, Tempat Karaoke Liar di Parangtritis Digulung Petugas
Hukum & Kriminal

Nekat Beroperasi, Tempat Karaoke Liar di Parangtritis Digulung Petugas

Bantul,(bantul.sorot.co)--Aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul bersama Kepolisian Resor (Polres) Bantul, menggerebek bisnis karaoke ilegal di wilayah Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Selasa (09/05) malam pukul 22.00 WIB. Dua unit perlengkapan karaoke berhasil disita oleh petugas gabungan tersebut.

Kepala Bidang Penegakan Perda (Kabid Gakda) Satpol PP Bantul, Denny N Hartono mengatakan, saat dilakukan penggerebekan di wilayah Padukuhan Mancingan Desa Parangtritis, didapati satu usaha karaoke milik seorang perempuan berinisial R sedang membuka usahanya.

Pemilik karaoke terkejut dan tidak bisa berkutik setelah petugas mendadak mencokok bisnis hiburan malam tersebut. R yang merupakan pelaku lama tersebut hanya bisa pasrah setelah 1 set perlengkapan karaoke terdiri dari sound system, amplifier dan layar televisi dipreteli petugas untuk disita dan dijadikan barang bukti.

Pas kita datang ada beberapa karaoke yang buka, tapi tahu kita tangkap di salah satu tempat karaoke. Mereka langsung pada tutup semua,” ujarnya, Rabu siang ditemui sorot.co di ruang kerjanya.

Menurut Denny, pihaknya memang membidik pentolan dari para pengusaha karaoke di kawasan pantai selatan. Denny berharap, setelah ketua dari pada pengusaha karaoke ilegal tersebut ditangkap, pengusaha karaoke yang lain segera menutup usaha mereka. Namun, jika masih tak menggubris peringatan Pol PP Bantul, pihaknya dengan tegas bakal menggaruk mereka. 

Betah-betahan tidak masalah, kita akan tetap sikat,” tegasnya.

Sementara itu, gabungan aparat yang dibagi dalam dua tim tersebut, juga mengropyok sebuah karaoke di wilayah Parangkusumo. Petugas mengamankan seorang perempuan berinisial AE, diketahui juga sebagai pemilik sekaligus dedengkot pengusaha karaoke. Satu set perlengkapan karaoke diangkut petugas Pol PP Bantul untuk dijadikan barang bukti.

Saat ini masih diproses, mungkin pekan depan maju sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul,” tandasnya.

Ditambahkan Denny, dengan membuka usaha gelapnya tersebut, para pelaku usaha karaoke ilegal telah melanggar Perda Nomor 04/2014 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar). Ancaman dalam Perda tersebut, kurungan 3 bulan hingga denda hingga mencapai Rp 50 juta Kedua pemilik karaoke tersebut bakal diajukan ke sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul pekan depan.