Dampingi Nasabah UMKM, PD BPR Bank Bantul Gelar Pelatihan Pembukuan Keuangan
Ekonomi

Dampingi Nasabah UMKM, PD BPR Bank Bantul Gelar Pelatihan Pembukuan Keuangan

Sedayu,(bantul.sorot.co)--Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Bank Bantul, menggelar pelatihan kepada sejumlah pelaku usaha mikro di Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, pada Rabu (9/5/2018). Pelatihan menghadirkan dua orang narasumber yakni Direktur PD BPR Bank Bantul Heri Sutanto dan Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Bantul, Sulistiyanto.

Direktur PD BPR Bank Bantul Heri Sutanto mengungkapkan, pelatihan menghadirkan sebanyak 35 peserta dari pelaku usaha mikro mulai dari usaha warung kelontong, pedagang kaki lima, usaha dagang keliling dan warung makan. Pada pelatihan kali ini, peserta diberikan materi tentang pembukuan keuangan sederhana UMKM.

Pelatihan diberkan sebagai pendampingan kepada masyarakat pelaku UMKM baik yang sudah menjadi nasabah Bank Bantul maupun dari kalangan masyarakat umum.

Materi pembukuan keuangan kita berikan karena selama ini pelaku UMKM jarang melakukan pembukuan. Sedangkan ini penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan usaha, mengontrol keuangan usaha dan bisa untuk mengetahui kesehatan kondisi usaha. Dari catatan kami, sekitar 80 persen pelaku usaha mikro belum melakukan pembukuan keuangan usahanya,” papar Heri.

Ia mengatakan, pemilihan materi dalam pelatihan yang diberikan ini disesuaikan dengan latar belakang jenis usaha dari kelompok UMKM. Selain pembukuan keuangan usaha, beberapa materi yang sudah dilaksanakan sebelumnya antara lain materi peningkatan pemasaran dan peningkatan kualitas produk. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan usaha dari para pelaku UMKM bisa lebih berkembang, sehingga omzet maupun kesejahteraan dapat meningkat. 

Sementara itu, dari sisi penguatan modal usaha, PD BPR Bank Bantul juga siap membantu para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya dengan beberapa jenis produk pinjaman. Produk Pinjaman Projo atau produktif dan terjangkau bagi masyarakat umum dan UMKM untuk kebutuhan modal kerja atau investasi. Adapun jangka waktu pinjaman sampai dengan 84 bulan angsuran, menggunakan agunan, dan bunga murah dengan nilai kredit bisa di atas Rep 100 juta.

Kemudian produk Kredit Kesga atau kesejahateraan keluarga bagi kelompok usaha dengan system tanggung renteng. Kredit ini dikhususukan bagi pemilik usaha dengan jangka waktu 12 bulan, jumlah besaran pinjaman maksimal Rp 1-2 juta tanpa agunan. Selanjutnya produk Kredit Projo Bakul yangbersifat program diperntukkan bagi kelompok komunitas pedagang pasar tradisional maupun kelompok berbasis pedagang di padukuhan. Kredit ini dalam jangka waktu 5-10 bulan dengan pinjaman tanpa agunan.

Pinjaman dengan bunga ringan bertujuan untuk mengurangi ruang gerak rentenir yang sering beroperasi di pasar-pasar tradisional maupun di tengah masyarakat. Kami mengajak kelompok UMKM untuk tidak mengambil pinjaman ke rentenir, sehingga rentenir akan mati sendiri. Selain bunga rendah dan tanpa agunan, kami juga menyederhanakan proses karena kami sudah mempunyai kantor kas di setiap kecamatan,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Susi Marjiyati (38), warga Padukuhan Pedes, Desa Argomulyo, mengaku, selama ini belum melakukan pembukuan keuangan dalam usaha yang ia jalankan. Ia mengaku, sudah mengambil salah satu program kredit di Bank Bantul untuk membuka usaha ternak ayam dan jualan jus keliling. Dengan adanya pelatihan ini, kata dia, akan membantunya untuk mengetahui secara detil keuangan usaha yang ia jalankan. Selama ini, ia mengaku belum tahu bagaiamana cara pembukuang keuangan sebuah usaha.

Mungkin dengan pelatihan ini, saya yang sebelumnya belum tahu bisa menjadi tahu. Karena selama ini saya tidak pernah melakukan pembukuan, tahunya kalaiu waktunya membayar cicilan harus ada uangnya. Saya juga tidak tahu pasti berapa keuntungan dari usaha saya, karena tidak pernah dicatat, baik pengeluaran atau pemasukan,” katanya.

Sebelum kegiatan pelatihan di Balai Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, tim dari PD BPR Bank Bantul juga menggelar pelatihan yang sama di Balai Desa Guwosari Kecamatan Pajangan, dengan peserta pedagang pasar dan pelaku usaha mikro di wilayah tersebut.