Mandi di Daerah Berbahaya, Empat Wisatawan Terseret Ombak Pantai Parangtritis
Peristiwa

Mandi di Daerah Berbahaya, Empat Wisatawan Terseret Ombak Pantai Parangtritis

Kretek,(bantul.sorot.co)--Empat orang wisatawan asal jawa timur nyaris tenggelam akibat terserat ombak Pantai Parangtritis pada Sabtu (14/4) pukul 15.40 WIB. Keempat wisatawan ini merupakan santri di Pondok Pesantren Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang, yang tengah melakukan studi wisata di Bantul.

Korban masing-masing Mahmud Afandi (15) warga Desa Ganggang Tingan, Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, Muhammad Naufal (13) warga Desa Balongwono Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, Muhammad Faizal Akmaludin (14) warga Desa Kedungasem, Kecamatan Mbandar Gedung Mulyo, Kabupaten Jombang dan Muhammad Akmal Sofanus Sifa (13) warga Desa Hutang gajah, Kecamatan Durenan, Kabupaten Tenggalek.

Menurut Sekretaris SAR Parangtritis, Arif Nugroho, keempat korban datang bersama rombongan santri Pondok Pesantren Tambakberas. Setibanya di Pantai Parangtritis keempat korban langsung menuju ke tepi pantai dan bermain air. Mereka tidak memperhatikan papan peringatan yang menyatakan daerah itu merupakan kawasan berbahaya.

Mereka langsung mandi di daerah berbahaya, petugas SAR bersama Dit Pol Air sudah memantau dan sebenarnya sudah memberi peringatan. Tapi tidak dihiraukan,” ujarnya, Minggu pagi.

Tak berapa lama, beberapa santri teriak lain meminta tolong karena beberapa rekannya terseret arus ke tengah laut. Mereka tidak bisa menguasai dirinya dan dalam kondisi terombang-ambing di tengah laut. Beberapa petugas yang mendengar kegaduhan langsung bergegas menuju lokasi dan melakukan upaya penyelamatan terhadap korban. 

Korban berhasil dievakuasi petugas, langsung kita bawa ke Pos SAR untuk dilakukan pemeriksaaan medis. Semua korban dalam keadaan sadar. Beruntung beberapa petugas sigap langsung memberi pertolongan,” tandasnya.