Kasus Dugaan Pungli PTSL di Desa Gilangharjo, Sejumlah Saksi Dipanggil Penyidik
Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Pungli PTSL di Desa Gilangharjo, Sejumlah Saksi Dipanggil Penyidik

Pandak,(bantul.sorot.co)--Kasus dugaan pungutan liar Proyek Nasional Agraria (Prona) yang saat ini telah berganti nama dengan sebutan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Padukuhan Kadisoro, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak memasuki babak baru.

Sejumlah saksi dalam perkara tersebut dipanggil Sat Reskrim Polres Bantul untuk dimintai keterangannya. Tak hanya itu, sejumlah barang bukti sebagai salah satu alat pembuktian disita oleh penyidik Reskrim Polres Bantul.

Pelapor sekaligus Kooordinator Forum Masyarakat Peduli Gilangharjo (FMPG), Mugiyanto mengatakan, pada Selasa 10 April 2018 kemarin, sebanyak enam saksi dipanggil Reskrim Polres Bantul. Dari informasi yang ia dapatkan, penyidik pun telah menyita sejumlah barang bukti.

Ada enam saksi kemarin dipanggil Polres Bantul, dua saksi pagi dan empat saksi lainnya siang hari. Tapi yang satu tidak hadir,” ujarnya, Rabu (11/04/2018).

Dari pantauan Mugiyanto bersama rekan-rekannya, sejumlah saksi tersebut sebelumnya juga telah dipanggil pihak Inpekstorat Bantul. Dalam hal ini inpekstorat memiliki kewenangan untuk memeriksa dugaan kerugian dari kasus yang mencuat Juni 2017 itu. 

Diketahui, kasus tersebut dilaporkan oleh FMPG pada Juni 2017. Diduga dalam pelaksanaan PTSL sejumlah 200 bidang di Padukuhan Kadisoro Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak terjadi pungutan liar yang dilakukan oknum kelompok masyarakat (Pokmas) selaku penyelenggara.

Selain tidak ada sosialisasi terhadap program tersebut, disinyalir petugas telah menarik biaya dI luar batas kewajaran. FMPG menuding petugas menarik biaya tidak sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 25/SKB/V/2017 tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis.