Tito Karnavian Usul Sebutan Tahun Politik Ganti Pesta Demokrasi, Ini Alasannya
Politik

Tito Karnavian Usul Sebutan Tahun Politik Ganti Pesta Demokrasi, Ini Alasannya

Kasihan,(bantul.sorot.co)--Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol Tito Karnavian mengusulkan agar penyebutan tahun politik saat pemilihan umum (Pemilu) diganti dengan pesta demokrasi.

Pasalnya, menurut Tito, sebutan tahun politik menakut-nakuti sebagian besar orang. Bahkan investor yang berkeinginan masuk ke Indonesia pun mengurungkan niatnya karena sebutan tersebut dianggap mengancam stabilitas nasional.

"Pada saat pilkada ini misalnya, jangan kita sebut-sebut tahun politik. Karena kalau bahasanya tahun politik, orang itu takut takut. Investor takut-takut. Bahasanya kita ganti dengan pesta demokrasi. Party," katanya saat menjawab pertanyaan Moderator, Efendi Gazali, terkait persoalan ekonomi dengan stabilitas keamanan, dalam Dialog Indonesia Majudi Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (11/03/2018).

Menurut Jenderal bintang empat ini, dengan sebutan pesta demokrasi masyarakat terdidik untuk bergembira setiap kali memilih pemimpinnya. Dalam dialog tersebut, Tito menyebut jika ekonomi kuat bila memiliki dua syarat yakni pertumbuhan ekonomi harus tinggi dan stabilitas politik dan keamanan terjamin. 

Stabilitas politik, maksud Tito, sistem politik tidak ada upaya penjatuhan kekuasaan yang sah di tengah jalan sebelum waktunya. Apalagi upaya tersebut ditempuh dengan cara-cara yang inkonstitusional. Jika kemudian itu terjadi akan menjadi preseden pada sistem politik berikutnya.

"Proses demokrasi seperti pilkada, pilpres dan lain-lain harus dilalui dengan mulus. Jadi kuncinya stabilitas keamanan adalah pemerintahan berjalan selesai pada waktunya. Dan kemudian dipilih kembali dengan cara demokrasi yang sehat," tandas Tito.