Ketua KPU Bantul Ingatkan PPK dan PPS Berhati-hati di Jagat Maya
Politik

Ketua KPU Bantul Ingatkan PPK dan PPS Berhati-hati di Jagat Maya

Sewon,(bantul.sorot.co)--Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul mengambil sumpah dan janji Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Bantul, Jumat (10/03/2018) di Ros In Hotel Sewon. Hadir dalam pelantikan Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten Bantul, Perwakilan KPUD DIY dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bantul.

Usai melantik PPK sebanyak 51 orang dan PPS 225 orang, Ketua KPU Bantul Muhammad Johan Komara, dalam sambutannya mewanti-wanti agar mereka menjaga integritas dan netralitas dalam pemilu 2019 yang digelar secara serentak dalam sejarah Indonesia tersebut.

Johan menjelaskan, integritas yang dimaksud yakni menjunjung tinggi kejujuran dan amanah. Sementara itu, netralitas adalah seorang PPK dan PPS tak hanya sekedar menjaga kenetralan namun harus benar-benar terlihat netral.

Penyelenggara pemilu itu harus netral dan harus benar-benar kelihatan netral. Kalau netral kan ada di dalam (hati) tapi kalau kelihatan netral kan orang lain yang menilai. Prinsip pegang tanggung jawab sebaik-baiknya dan patuhi peraturan dan kode etik yang ada,” ujarnya, Jumat siang.

Terkait ketugasan tersebut, Johan mengingatkan agar mereka selalu berpegang pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 03/2018 tentang Pembentukan dan Tata Kerja Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum. 

Dalam kesempatan itu, Johan secara khusus menekankan, agar mereka berhati-hati dalam berselancar di jagad maya atau media sosial (medsos). Di dalam ruang publik tersebut, Johan berharap PPK dan PPS tidak asal-asalan membuat status ataupun berkomentar . Alih-alih memantau status ataupun komentar namun justru terbawah dalam suasana, sehingga membuat interpretasi ataupun kegaduhan yang bakal menyudutkan mereka sendiri.

Ya tetap boleh, itu hak mereka. Tapi hati-hati di ruang publik yang sangat mudah terbaca,” tandasnya.

Salah satu petugas PPK Kecamatan Imogiri, Triyono (34) mengaku sepakat apa yang disampaikan Ketua KPU. Menurut Triyono medsos memiliki pengaruh besar. Saking boomingnya, medsos menjadi salah satu alternatif media kampanye yang paling efektif. Sehingga sebagai petugas baik PPK dan Medsos harus lebih jeli dan bisa menahan diri agar tak terjerembab dalam pola-pola atau beragam kampanye.

Yang penting sadar jadi petugas (PPK atau PPS) bisa ngerem. Kalau untuk memantau medsos untuk melihat perkembangan pemilu, menurut saya justru malah wajib,” ujarnya.