Rencana Penataan Warung Makan di Pantai Depok Resahkan Pedagang
Ekonomi

Rencana Penataan Warung Makan di Pantai Depok Resahkan Pedagang

Kretek,(bantul.sorot.co)--Mencuatnya rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul merelokasi warung makan Pantai Depok, Desa Parangtritis membuat resah pedagang. Bila rencana Pemkab tersebut direalisasikan mereka pun sepakat untuk melakukan penolakan.

Ditemui sorot.co, Kamis 08 Maret 2018, petang, salah satu pedagang Tutik, menyatakan keberatan rencana Pemkab tersebut. Pasalnya rencana itu justru akan berpengaruh besar disegala sektor. Tutik menjelaskan, selain roda perekonomian yang akan berdampak langsung pada pedagang dan karyawan. Nasib nelayan dan pedagang ikan pun bakal terkena getahnya.

Selain itu, sektor wisata kuliner yang sudah memiliki ciri khas tersebut dipastikan akan terdampak. Tutik menilai kuliner Depok mampu bertahan lantaran wisatawan menyantap makanan sambil melihat keindahan pantai. Jika kemudian dipindahkan, Tutik menyakini Depok akan mati.

Saya yakin 99 persen akan hancur tata kelola perekonomian. Bakul ikan, nelayan nasibnya terus gimana, penurunan taraf hidup akan terjadi,” ujar Tutik, warga Padukuhan Depok Desa Parangtritis yang telah berdagang di Pantai Depok sejak 1998.

Bahkan menurut Tutik, imbas dari kebijakan tersebut, Pemkab membuka peluang besar adanya banyak pengangguran. Pasalnya, dari 93 warung makan di Pantai Depok terdapat ratusan pekerja dari berbagai daerah. Mereka menggantungkan ekonomi di Pantai Depok. 

Misalnya satu warung saja ada 5 pekerja, sementara jumlah warung ada 93, akan ada ratusan pekerja kehilangan mata pencaharian,” tandasnya.

Sumarmi pedagang warung makan Pantai Depok pun mengungkapkan hal yang sama. Rencana penataan dilakukan akan berakibat fatal. Ia menolak kebijakan Pemkab Bantul tersebut. Imbas dari penataan, justru akan membuat Depok awut-awutan. Merintis Pantai Depok hingga berpuluh-puluh tahun hingga bisa berkembang tak semudah dibayangkan.

Sumarmi mencontohkan ,wisatawan yang sudah memiliki pelanggan masing-masing di puluhan warung otomatis akan bilang. Padahal untuk mencari, konsumen itu tidak gampang di saat bisnis kuliner tersebut menggeliat sementara persaingan semakin ketat.

Ditambahkan pedagang lain ,Sumardi, cikal bakal warung makan Depok dirintis warga asli Depok ataupun bungkus Desa Parangtritis dengan susah payah. Salah satu pertumbuhan ekonomi yang baik yakni dibentuknya koperasi simpan pinjam hingga bisa menghidupi banyak masyarakat.

Itu tidak lepas dari bisnis kuliner, kalau nanti ada kebijakan itu takutnya berimbas pada koperasi,” ujarnya.