Bupati Suharsono Akui Data Penerima Bantuan Sosial Awut-awutan
Pemerintahan

Bupati Suharsono Akui Data Penerima Bantuan Sosial Awut-awutan

Bantul,(bantul.sorot.co)--Bupati Bantul Suharsono mengklaim telah memiliki data bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) bagi kepala keluarga (KK) miskin di wilayah Bantul. Pihaknya pun menyatakan data penerima bantuan tersebut sudah disampaikan ke pihak Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

Kendati demikian, Suharsono tidak menampik terdapat ketidaksesuaian antara data yang telah disampaikan dengan daya yang dikeluarkan oleh Kemensos. Hal ini yang kemudian memicu gejolak di masyarakat lantaran bantuan tak tepat sasaran.

Sejak awal saya menjabat (bupati) sudah dapat masukkan (adanya data raskin yang tak sesuai), sudah saya perintahkan Pak Camat untuk disampaikan ke Pak Lurah dan dukuh-dukuh untuk data raskin. Data sudah disampaikan ke pusat tapi apa yang terjadi, yang keluar data yang lama,” ujarnya, ditemui usai menerima Paguyuban Dukuh (Pandu) Bantul di Pendopo Parasamya Rabu (7/3/2018).

Terkait data yang awut-awutan itu, pensiunan Polri ini pun langsung memerintahkan lurah, dukuh bersama jajarannya untuk kembali mendata warganya yang berhak menerima bansos rastra. Suharsono mengatakan, data tersebut nantinya akan ia serahkan langsung ke Kemensos. 

Segera kirim data yang valid, laporkan ke saya. Nanti akan saya langsung bawa ke pusat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Dukuh (Pandu) Bantul, Sulistya mengaku belum puas dengan jawaban Bupati Bantul. Namun demikian, beban yang dipikul dukuh sudah tidak terlalu berat. Pasalnya, amburadulnya data itu membuat teman-teman dukuh mendapat protes dari warga. Mereka mengira jika data itu hasil dari rekayasa atau permainan dukuh bersama pihak Pemkab Bantul.

Data by name itu bukan rekayasa dukuh atau dari pemkab. Kita berharap warga tidak marah-marah lagi ke kita karena memang data itu dari pusat,” ujarnya.