Jembatan Putus, Pak Tentara Ini Antar Jemput Siswa Sekolah di Imogiri
Sosial

Jembatan Putus, Pak Tentara Ini Antar Jemput Siswa Sekolah di Imogiri

Imogiri,(bantul.sorot.co)--Putusnya Jembatan Gantung Sungai Oya yang menghubungkan wilayah Desa Sriharjo dengan Desa Selopamioro, pada Nivember 2017 lalu, menjadikan aktivitas warga di dua desa tersebut terganggu. Tak terkecuali anak-anak sekolah yang biasa menggunakan akses jembatan tersebut, harus menggunakan jalur lain.

Sejumlah anak harus diantarakan oleh orang tuanya melalu jalur lain yang memutar hingga berkilo-kilo meter jaraknya. Bahkan, demi untuk menuntut ilmu di sekolah sejumlah anak Sekolah Dasar rela menyeberangi Sungai Oya menggunakan ban bekas dengan bantuan orang tuanya. Belum lama ini, atas kepedulian sejumlah pihak, anak-anak dapat menggunakan perahu terbuat dari bambu maupu perahu karet.

Kondisi itu telah mengetuk hati dua orang Babinsa Koramil 10/Imogiri Serka Walidi dan Serda Sakijo untuk membantu mengantar anak-anak ke mereka di Sekolah Dasar Kedungmiri Imogiri.

Ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap pendidikan khususnya anak-anak yang saat ini kesulitan mendapatkan akses jalan menuju tempat sekolahan. Karena kondisi jembatan di wilayah Imogiri yang hanyut di terjang banjir pada beberapa waktu lalu, saat ini masih dalam proses perbaikan dan belum dapat dilalui,” ungkap Serka Walidi, Selasa (13/2/2018).

Kedua Babinsa tersebut mengantar anak-anak dengan menggunakan sepeda motor dinas yang biasa digunakan dalam bertugas. Meski harus memutar jalur hingga 7 kilometer lebih jauh dari jalur biasanya, namun dengan menggunakan sepeda motor, anak-anak sampai di sekolah sebelum bel tanda masuk pelajaran. Usai jam pelajaran sekolah, kedua Babinsa ini kembali mendatangi sekolah untuk mengantar sejumlah anak-anak kembali pulang ke rumahnya masing-masing. 

Tak ada niat apapun, kecuali pengabdian kepada Negara dan Bangsa terutama kepada masyarakat untuk senantiasa membantu kesulitan masyarakat. Apalagi ini anak-anak Sekolah Dasar, panggilan hati nurani kami selaku manusiawi serasa tak terbendung melihat kondisi ini,” timpal Serda Sakijo.

Sementara itu, warga Sriharjo berharap jembatan dan jalan penghubung Desa Sriharjo dan Selopamioro segera diperbaiki sehingga dapat difungsikan kembali. Pasalnya, jembatan gantung tersebut merupakan akses utama yang paling dekat untuk warga beraktivitas.