Larangan Pemerintah Tak Digubris, Tempat Karaoke di Parangkusumo Nekat Beroperasi
Hukum & Kriminal

Larangan Pemerintah Tak Digubris, Tempat Karaoke di Parangkusumo Nekat Beroperasi

Kretek,(bantul.sorot.co)--Jajaran Satpol PP Pemkab Bantul telah resmi menutup tempat hiburan karaoke di kawasan Parangkusumo, Desa Parangtritis pada akhir Oktober 2017 lalu. Selain tak memiliki legalitas hukum secara hukum, tempat-tempat karaoke tersebut disinyalir menjadi ajang praktik protitusi terselubung.

Setelah berjalan sekitar empat bulan pasca penutupan tersebut, para pengelola karaoke secara diam-diam kembali menjalankan bisnis hiburan malam berada di kawasan tanah Sultan Ground (SG) tersebut.

Ditemui sorot.co, salah satu tokoh masyarakat warga Padukuhan Mancingan XI, Desa Parangtritis yang identitasnya minta disembunyikan mengungkapkan, tempat karaoke tersebut sudah kembali beroperasi dan menerima tamu dalam sebulan terakhir.

Setidaknya ada dua tempat karaoke di kawasan Parangkusumo sejak awal Januari 2018 hingga sekarang nekat membuka bisnis sangat menjanjikan keuntungan besar itu. Mereka tidak menggubris aturan dan larangan pemerintah yang disampaikan oleh Satpol PP.

Dulu sudah ditutup tapi tidak ada pemantauan buka lagi malah tambah banyak. Ganti bupati ditutup lagi, ini baru jalan beberapa bulan sudah ada yang buka lagi. Kalau dibiarkan nanti lama kelamaan banyak,” ujarnya, Senin (12/02/2018).

Selain tidak mengantongi izin, pendirian tempat karaoke itu juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Bantul Nomor 04 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Menyikapi hal itu, warga berharap ada tindakan cepat dari Pemkab Bantul untuk segera menutup kembali tempat karaoke tersebut. 

Pihaknya warga juga berharap, pasca penutupan adanya pemantauan secara rutin karena tanpa adanya pemantauan dan penegakan hukum yang tegas, karaoke jumlahnya bertambah banyak.