Nekat, Penambangan Liar Kembali Bermunculan di Area Gumuk Pasir
Hukum & Kriminal

Nekat, Penambangan Liar Kembali Bermunculan di Area Gumuk Pasir

Kretek,(bantul.sorot.co)--Kawasan Gumuk Pasir yang berada di wilayah Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, terancam lenyap. Pasalnya, di beberapa lokasi gumuk tersebut kini muncul aktivitas penambangan ilegal oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Dari pantauan sorot.co, dua titik penambangan pasir ilegal yang tergolong cukup besar berada di Wilayah Padukuhan Grogol IX, Desa Parangtritis. Satu titik lokasinya penambangan berada di pinggir jalan selatan Masjid Maulana Maghribi ke arah barat. Kemudian satu lokasi lainnya berada di dekat Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Aktivitas penambangan yang dilakukan orang misterius itu tergolong cukup nekat karena tak jauh dari lokasi penambangan terpasang papan larangan untuk mengambil pasir, batu, kerikil serta biota lain di lingkungannya. Kendati ada papan larangan, namun tampaknya tak membuat para penambang merasa takut dan bergeming untuk tetap mengeksploitasi gumuk pasir tersebut.

Di papan larangan tersebut juga jelas tertulis ancaman sanksi bagi penambang liar yakni kurungan 3 bulan dan denda rp 5 juta, sesuai dengan Perda No 16 Tahun 2003 Dan Perbub Tahun  No 3 Tahun 2007.

Dari investigasi sorot.co, untuk mengelabuhi aparat kepolisian, Satpol PP Bantul dan warga sekitar, mereka menambang pada malam hari selepas maghrib hingga tengah malam. Dari keterangan S, warga Padukuhan Grogol VII Desa Parangtritis, hilir mudik kendaraan dump truk dan truk engkel dan atau colt tampak keluar masuk dari dua titik tersebut.

Mboten ngerti truk saking pundi (tidak tahu truk itu dari mana), Le teko nek dalu (Truk datangnya malam). Niku truk lajon kabeh (truk-truk itu dari luar semua,” ujar S, ditemui sorot.co di area persawahannya tak jauh dari lokasi penambangan, Senin (11/02/2018).

Lokasi penambangan yang jauh dari keramaian penduduk membuat para penambang lebih leluasa menjarah aset negara tersebut. Warga setempat yang melihat pun tak bisa berbuat banyak dan hanya jadi penonton dan tak memiliki kewenangan untuk melakukan pelarangan. 

Niku kan bagian Gumuk Pasir, jelas dilarang, ada tulisannya kok berani ngambil. Niku janjane wis di oyak-oyak Pol PP tapi pinter sik nambang  luwih awas penambange (sebenarnya sudah dikejar-kejar Satpol PP Bantul, tapi pintar penambangannya mencari celah),” tandas laki-laki paruh baya tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bantul segera menindak aktvitas penambangan yang sudah berlangsung dalam sebulan terakhir tersebut, Secara kasat mata, area penambangan tampak tidak ada aktivitas karena mereka memasang palang bambu.