Pertanyakan Nasib, Bupati Dihadang Puluhan Eks PHL
Pemerintahan

Pertanyakan Nasib, Bupati Dihadang Puluhan Eks PHL

Bantul,(bantul.sorot.co)--Bupati Bantul, Suharsono dihadang puluhan eks Pekerja Harian Lepas (PHL) usai memberikan pembinaan kepada ratusan PHL yang tak memenuhi syarat (TMS), Jumat (09/02) di Aula Komplek II Kantor Pemda Bantul Manding.

Penghadangan dilakukan untuk menanyakan kejelasan nasib ratusan eks PHL secara langsung kepada Bupati,  pasca Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada akhir  Desember 2017.

Di bawah komando Raras Rahmawatiningsih, mereka pun mendatangi Aula Komplek Pemda Manding. Menurut Raras, pemanggilan PHL TMS yang dikumpulkan di Aula dilakukan secara mendadak. Kriteria dan dasar pemanggilan PHL TMS disinyalir asal-asalan.

Mereka yang menggelar aksi demo atas putusan Bupati mem-PHK ratusan PHL  justru merasa diabaikan. Beberapa kali bertemu dengan Komisi A DPRD Bantul dan OPD terkait pun hasilnya sampai saat ini nihil.  Dalam kondisi tidak menentu tersebut,  Bupati Bantul bersama OPD terkait justru memanggil PHL TMS rencananya akan dilakukan tes kembali. Namun, daftar mereka dalam pemanggilan PHL TMS tidak ada. 

Dari pantauan, begitu Bupati keluar ruangan usai melakukan pembinaan terhadap puluhan PHL TMS. Raras yang ditemani puluhan  eks PHL langsung menghampirinya.

Dalam percakapan tersebut, Raras menyampaikan keberatan terhadap kebijakan Pemkab Bantul, lantaran PHL TMS yang dipanggil untuk mengikuti tes kembali tidak semuanya. Selain itu, ia menanyakan perihal kriteria dan dasar pemanggilan yang ia nilai asal-asalan.

"Kita tidak tahu (PHL TMS) di kumpulkan untuk apa. Mereka itu ditelpon , di WA (WhatsApp) untuk ngumpul di Aula  Pemda Manding oleh OPD tertentu. Kriteria TMS yang dipanggil seperti apa juga tidak pada tahu ," ujarnya, Sabtu (09/02/2018).

Adanya keganjilan tersebut, membuat Raras dan puluhan eks PHL TMS  merasa dianaktirikan. Tak puas dengan kebijakan tersebut mereka kemudian menggeruduk pembinaan yang digelar Bupati Bantul bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Menanggapi hal itu, Bupati Bantul Suharsono mengatakan, jika semua PHL TMS akan dites semuanya. Ia berdalih kapasitas ruangan di Aula Pemda Manding tidak cukup untuk mengetes dua ratus lebih PHL TMS.

"Semua akan dites, cuma kapasitas ruangan (tidak cukup). Semua akan dites," ujar Bupati.