Peringati HPN, Pemerintah Dinilai Kurang Perhatikan Pekerja Media
Sosial

Peringati HPN, Pemerintah Dinilai Kurang Perhatikan Pekerja Media

Bantul, (bantul.sorot.co)--Sekretaris Paguyuban Wartawan Sepuh Yogyakarta (The Yogyakarta Senior Journalist), Sugeng Wiyono menilai, pemerintah kurang begitu peduli dengan kesejahteraan wartawan setelah pensiun. Padahal pers memiliki andil besar dalam membangun bangsa dan negara.

"Seniman dan budayawan sudah dihargai dengan berbagai macam acara. Tapi wartawan itu tidak ada yang memperhatikan. Begitu sudah pensiun dari perusahaan, tidak ada yang memperhatikan. Kita ingin silaturahmi (dengan pemerintah) untuk membangun kekerabatan," ujar Sugeng usai menggelar silaturahmi Paguyuban Wartawan Sepuh Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) di Tembi Rumah Budaya, Jumat (09/02).

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng yang juga mantan wartawan surat kabar harian mengatakan, Paguyuban Wartawan Sepuh Yogyakarta berdiri sejak 16 Februari 2007 ingin menunjukkan jika eksistensi mereka masih ada hingga sekarang. Wartawan, lanjut dia, yang bekerja mulai dari masa orde lama hingga orde baru tentap ingin terus berkontribusi dalam membangun bangsa. 

Paguyuban yang saat ini memiliki anggota 165 wartawan/wartawati se-DIY itu dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Wadah tersebut diharapkan sebagai media untuk berkumpul dan merangkul kembali wartawan yang sudah pensiun dan ahli waris dari wartawan yang sudah meninggal.

"Kita ada kegiatan menyambangi sahabat kami wartawan yang sedang sakit. Kita juga ada kegiatan ziarah ke makam (wartawan). Ini sebagai bentuk kepedulian paguyuban," tandasnya.

Sugeng berharap, kesejahteraan wartawan dari waktu ke waktu semakin baik. Pun demikian dengan wartawan yang telah pensiun. Profesi yang penuh dengan tantangan tersebut sudah sepantasnya pemerintah memberikan tempat khusus.