Kesalahan Pola Asuh Dapat Sebabkan Kenakalan Remaja
Sosial

Kesalahan Pola Asuh Dapat Sebabkan Kenakalan Remaja

Banguntapan,(bantul.sorot.co)--Tingginya angka kenakalan remaja masih menjadi keprihatinan banyak pihak baik lembaga pemerintahan, sosial maupun swasta. Komunitas Masyarakat Tanpa Riba Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai, kenakalan remaja dapat dilihat dari semakin maraknya aksi kejahatan yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

Yogyakarta yang menjadi barometer kemanan di Indonesia justru marak terhadap aksi kejahatan dengan pelaku anak-anak remaja. Dalam catatan Polda DIY, selama tahun 2017 sebanyak 43 kasus kejahatan atau kekerasan dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Bahkan kasus lain seperti penyalahgunaan narkoba, peredaran video porno dan seks bebas.

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat ini, Komunitas Masyarakat Tanpa Riba akan menggelar Whorkshop Smart Parent Isntitut (SPI) dengan tema Fundamental Pendidikan Anak Berbasis Aqiqah Islam. Dalam kegiatan ini para orang tua akan diajarkan bagaimana cara mengasuh anak dengan pendekatan agama. Sehingga, oran tua dan anak-anak dapat membentengi diri dari pengaruh buruk yang berkembang di era modernisasi saat ini.

Kegiatan ini diadakan sebagai wadah berbagi ilmu dalam membina keluarga sesuai dengan ajaran agama. Dalam seminar ini akan membahas mengenai bagaimana mengungkap rahasia melejitkan potensi anak untuk menjadi pemimpin dunia masa depan,” ujar Ketua Panitia Whorkshop Smart Parent Isntitut, Difa Prasetya, dalam siaran persnya di Rumah Bale Ayu Banguntapan, Kamis (8/2).

Sementara itu Ketua Komunitas Masyarakat Tanpa Riba DIY, Rasda Tajuddin, mengatakan, setiap orang tua harus mengembalikan pola asuh untuk anak-anaknya dengan pendekatan nilai-nilai agama. Dengan pola asuh tersebut, anak-anak akan tertanam dari dini mengenai nilai-nilai dan norma agama sehingga secara otomatis tidak akan terpengaruh dengan hal-hal buruk yang seriing ditemui di masyarakat. 

Kenakalan yang terjadi pada anak-anak remaja saat ini dikarenakan belum terpenuhinya kebutuhan naluri anak secara seimbang. Misalnya anak-anak yang kurangan kasih sayang, maka anak itu akan mencari perhatian kepada temannya, kepada sahabatnya dan orang luar. Kendala selama ini karena kurangnya tanggungjawab orangtua kepada anak, dan ketidak tahuan orang tua terkait kebutuhan anak yang belum terpenuhi,” tegas Rasda Tajuddin.

Sementara itu kegiatan Whorkshop Smart Parent Isntitut (SPI) sendiri akan digelar pada Sabtu 10 Februari 2018 di Hotel Jambuluwuk Jalan Gajah Mada Yogyakarta. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB tersebut akan menghadirkan beberapa narasumber di antaranya pendiri SPI Dui Nasheer.