Diduga Gunakan Dokumen Palsu, Pernikahan di KUA Pundong Digagalkan
Hukum & Kriminal

Diduga Gunakan Dokumen Palsu, Pernikahan di KUA Pundong Digagalkan

Pundong,(bantul.sorot.co)--Kepolisian Sektor Pundong bersama Kantor Urusan Agama (KUA) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Seloharjo menggagalkan pernikahan yang diduga memalsukan dokumen, Kamis (08/02/2018) pagi di Kantor KUA Pundong.

Lurah Desa Seloharjo, Marhadi Badrun menjelaskan, pernikahan kedua mempelai yang hendak berlangsung terpaksa dibatalkan lantaran diduga telah menggunakan identitas palsu. Mempelai laki-laki berinisial S (35) warga Jalan Kaliurang KM 7 Kecamatan Depok Sleman, telah memalsukan beberapa dokumen.

Dokumen palsu tersebut diketahui setelah pernikahan didaftarkan kedua mempelai pada 25 Januari 2018, oleh narahubung dari pihak S. Setelah dicek, ada dokumen yang kurang yakni surat dispensasi dari Kecamatan. Kecurigaan KUA menjadi setelah ada beberapa dokumen lainnya yang disahkan Lurah desa Seloharjo diduga palsu. Karena setelah diperbandingkan dengan yang asli tampak ada kejanggalan.

Ada C1 atau KK atas nama S warga Padukuhan Kalipakem RT 03, Desa Seloharjo, setelah dicek nama tersebut tidak ada. KTP juga palsu, semuanya sudah dicek Disdukcapil Bantul, hasilnya memang palsu. Kemudian, surat izin nikah, cap lurah, tanda tangan dan nama lurah Seloharjo dipalsu semua,” ujarnya ditemui sorot.co di Mapolsek Pundong, Kamis sore.

S yang disanggong aparat gabungan tersebut, mengaku jika dokumen tersebut dibuat oleh narahubung berinisial H warga Desa Trimulyo Jetis Jetis. S setor uang puluhan juta kepada H yang akan digunakan untuk mengurus dokumen tersebut. S mengaku hanya sebagai korban, ia hanya ingin pernikahan dengan kekasihnya berinisial ANA (31) warga Padukuhan Krajan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang Jawa Tengah yang sedang hamil 4 bulan itu berjalan lancar. 

Ada brokernya, uang yang diminta dari S ini digunakan untuk ngurus dokumen. Katanya S, Rp 10 juta untuk ngasih Pemdes Seloharjo dan yang lainnya untuk ngurus dokumen di KUA. Saya tadi lihat kuitansinya banyak, totalnya ada Rp 15 juta lebih,” tandasnya.

Kanit Reskrim Polsek Pundong, Ipda Eko mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua mempelai. Dari pemeriksaan sementara, S mengaku telah ditipu oleh H yang saat ini masih dalam proses pengejaran. Semua dokumen yang disiapkan untuk menikah sudah diurus oleh H setelah membayar uang.

Masih kita dalami, H masih kita cari. Sebenarnya pas mau nikah dia ada tapi setelah di gagalkan, dia kabur. Kita memang fokus dari awal cuma kedua mempelai,” ujarnya.