Tuduh Polisi Cari Duit Saat Razia, Warga Imogiri Diciduk
Hukum & Kriminal

Tuduh Polisi Cari Duit Saat Razia, Warga Imogiri Diciduk

Imogiri,(bantul.sorot.co)--Pemilik akun Facebook Kcg Suryadiharja diciduk  Jajaran Unit Reskrim Polsek Imogiri. Akun yang diketahui milik seorang pria berinisial M warga Padukuhan Trukan, Desa Sriharjo, Imogiri tersebut  telah melakukan hate speech atau ujaran kebencian kepada institusi Polri khususnya Polsek Imogiri.

Kapolsek Imogiri, Kompol Purwadi mengatakan, M diamankan pada Selasa (16/01) siang, dirumahnya. Ia kemudian digelandang ke Polsek Imogiri untuk dimintai keterangan terkait komentarnya di Grup Sedulur Imogiri (SI) yang menuduh polisi cari duit saat menggelar razia kendaraan bermotor.

Kasus tersebut berawal pada Senin (15/01) pukul 08.00 WIB saat Mapolsek Imogiri menggelar Operasi Cipta Kondisi dengan merazia kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Imogiri. Operasi tersebut oleh salah satu pengguna media sosial facebook diposting di Grup Sedulur Imogiri yang memiliki member lebih dari 26.000 orang tersebut. 

Beragam komentar pun bermunculan termasuk, akun facebook atas nama Kcg Suryadiharja. Akun tersebut dalam kolom komentar  menulis 'lanjut pak....lanjut cari duit yg banyak..!!!!; oooww gitu ..... lanjut cari duit !!!!!!!!!; Lanjut cari duit pak polisi .....

Tulisan d ikolom komentar yang menuduh polisi melakukan razia untuk mencari uang tersebut, dilakukan M berulang-ulang. Geram dengan perbuatannya tersebut, pihaknya pun mencari keberadaannya. 

"Tidak ada polisi cari uang, seperti yang dituduhkan (M) kepada kita. Tidak zamannya sekarang ini. M kita tangkap karena itu sudah keterlaluan," ujarnya, Jumat (19/01/2018).

Razia tersebut dilakukan semata-mata untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang pada akhirnya pengendara sendiri yang merasakan. Dalam operasi itu jika ditemukan pengendara yang tidak tertib dalam berlalu lintas pihaknya pun tak segan-segan menindak.  

"Ada surat tilangnya, mau bayar denda ya silahkan ke bank," tandasnya. 

Sementara terkait berita bohong yang disebarkan M, pihaknya sudah melakukan klarifikasi. M tidak diproses secara hukum kendati ia bisa terancam UU ITE.  Ia sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut. Namun ia dikenai sanksi untuk mengikuti razia polisi sampaikan lima kali. 

"Biar dia lihat secara langsung polisi cari duit atau tidak. Kita suruh ikut razia 5 kali, kalau sekali saja mangkir ya kita tambah lagi. Dia (M) sudah kita maafkan, dan janji tidak mau mengulangi dengan membuat surat pernyataan dan mengklarifikasi di grup Sedulur Imogiri," pungkas Purwadi.