Puluhan PHL Stadion Sultan Agung Demo Kecam Keputusan Bupati
Peristiwa

Puluhan PHL Stadion Sultan Agung Demo Kecam Keputusan Bupati

Jetis, (bantul.sorot.co)--Lagi-lagi keputusan Bupati mem-PHK Pekerja Harian Lepas (PHL) direspon dengan aksi demonstrasi. Protes kali ini digelar belasan karyawan Stadion Sultan Agung dengan membentangkan spanduk yang menuntut Bupati segera membatalkan keputusannya.

Dari pantauan sorot.co, spanduk dengan berbagai tulisan dipasang di pagar pintu masuk utama stadion. Tulisan bernada kecaman itu diantaranya Stop Penindasan, Kami Tumbal Kekuasaan, Kami Tumbal Kekejaman, Ojo Semena-mena Karo Wong Cilik dan Pengabdian Kami Tidak Dihargai.

Dari pantauan, masih ada beberapa spanduk kecaman bernada keras terpampang. Sementara pengendara yang melintas di tempat tersebut sesekali berhenti melihat spanduk yang dibuat 15 karyawan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) itu.

Salah satu PHL yang di PHK, Marwanto, warga Ngrancah, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri mengatakan, tindakan bupati melakukan PHK itu merupakan tindakan sewenang-wenang dan tidak adil bagi diri dan rekan-rekannya. Bapak satu anak yang bekerja mulai 2004 tersebut menyebut jika PHK membuat sengsara dan tidak memperhatikan pengabdiannya.

"Kita semua kaget, ada kebijakan psikotes. Tapi jika itu menjadi dasar kami dipecat kok tidak terbuka. Kami sudah menyampaikan atasan kami (Disdikpora Bantul) untuk disampaikan ke Bupati agar membatalkan keputusannya. Kita nunggu hasilnya," ujar Marwanto yang bekerja sebagai tukang rumput stadion, Kamis (11/01/2018).

PHL lainnya, Widodo, berharap Bupati mengurungkan niat untuk memutuskan kontrak. Sebab pekerjaan tersebut merupakan satu-satunya penopang ekonomi keluarga. 

"Itu pekerjaan satu-satunya. Saya sudah nyicil bank untuk keperluan rumah tangga. Terus sekarang harus bagaimana. Tolong Bupati dengar kami," ujar Widodo yang bekerja sebagai security stadion.

Pun demikian dengan Aris Murdianto, warga Pacar, Timbulharjo, Kecamatan Jetis. Ia menilai kebijakan itu langkah Bupati tersebut sebuah tindakan sewenang-wenang.