Soal PHK Massal Pekerja Harian Lepas, Bupati Bantah Ada Muatan Politik
Pemerintahan

Soal PHK Massal Pekerja Harian Lepas, Bupati Bantah Ada Muatan Politik

Bantul,(bantul.sorot.co)--Bupati Bantul Suharsono melalui Kepala Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan setempat Danu Suswaryanta dengan tegas membantah, isu adanya muatan politis dibalik Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan Pekerja Harian Lepas (PHL) di Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bantul.

 

"Saya ingin matur apa adanya, pelaksana tes psikologi adalah Polda. Siapa pun tidak ada yang bisa intervensi. Tadi dengan sederhana saya sampaikan (ke Komisi A DPRD). Bapak silahkan untuk dilihat siapa saja yang kemudian tidak lolos. Contohnya Sat Pol PP yang sangat mudah, itu tidak mesti orangnya (PDIP) kan. Bukan karena kedekatan, ini memang murni objektif," ujarnya, Kamis (11/01/2018).

Dipaparkan Danu, penataan THL tak lain untuk mengukur kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di OPD tertentu. Ini merupakan komitmen Bupati mewujudkan OPD yang berkompeten dalam rangka mewujudkan Visi-Misi Bupati. 

Selain itu, penataan dilakukan lantaran di lingkungan OPD tertentu mengalami over THL. Misalnya di Dinas perdagangan yang idealnya hanya 160, yang ada sekarang ini 202 THL.

Bekerjasama dengan bagian SDM Polda DIY, sebelum Pemkab memperpanjang kontrak PHL di pertengahan Desember 2017, telah digelar tes psikologi yang terdiri dari kemampuan, cara kerja dan kepribadian. Dari sekitar 4000-an THL yang melakukan tes hasil sementara, yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) ada 323 orang dari berbagai OPD.

"Dari konteks kepegawaian evaluasi pegawai tenaga kontrak setiap tahun hal biasa, THL ini bukan tenaga honorer GTT-PTT (Disdikpora) bukan K1 bukan K2," ulas Danu.

Terhadap THL yang TMS, pihaknya menghimbau bisa mengikuti tes yang akan dijadwalkan pada minggu-minggu ini. Pemkab bakal melakukan rekruitmen di beberapa OPD, misalnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun ini membutuhkan 230 THL. THL yang tidak memenuhi syarat bisa kembali mengikuti proses rekruitmen itu.