Anak Terlantar Korban Kekerasan Bakal Ditampung di Gedung Mewah
Sosial

Anak Terlantar Korban Kekerasan Bakal Ditampung di Gedung Mewah

Kasihan,(bantul.sorot.co)--Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Pusat Penelitian Pengembangan dan Pelayanan Anak (P4AT) Selasa (09/01/2018) sore.

Lokasi bangunan gedung tersebut didirikan di Komplek Balai Besar Penelitian Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Jalan Kesejahteraan Sosial No 1, Padukuhan Sonosewu, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan. Gedung super mewah didesain dengan lantai tiga itu diestimasikan menelan biaya hingga Rp 25 miliar.

Anggaran gedung yang nilainya cukup fantastis tersebut sama sekali tidak menggunakan APBN maupun APBD, melainkan bantuan dari pihak ketiga yakni support dari Tahir Foundation.

Pak Tahir sering menelepon saya, kalau itu sering dengar adanya anak terlantar, adanya anak korban kekerasan. Beliau sangat pro aktif menelpon saya. Hingga akhirnya saya komunikasi secara khusus, saya minta apa bisa disupport untuk mendirikan semacam riset children,” ujarnya, usai kepada awak media usai melakukan peletakan batu pertama.

Dari diskusi panjang lebar terkait permasalahan anak, pihaknya pun langsung merespon dengan menawarkan empat titik lokasi untuk dibangun P4AT, yakni Jakarta, Surabaya Jawa Timur, Medan Sumatera Utara dan Makassar. 

Karena mencari lahan di Jakarta rupanya tidak mudah, maka kemudian ketemulah di Jogja, di Medan kita dapat di Deli Serdang. Di Surabaya Jawa Timur kita dapatnya di Pasuruan Kota,” tandasnya.

Hadirnya gedung P4AT tersebut menjadi referensi bagi semua kalangan untuk mengetahui betapa pentingnya perlindungan bagi seorang anak yang mungkin menjadi korban kekerasan, penelantaran atau anak-anak jalanan, hingga pengasuhan dalam kondisi tidak layak.

Selain itu, gendung tersebut rencananya bakal digunakan sebagai pusat pengembangan skill dan sentra penelitian. Agar penanganan lebih maksimal Khofifah mengatakan akan mengkonversi B2P3KS menjadi P4AT.

Saya sudah ketemu Menpan untuk mengkonversi dari B2P3KS menjadi P4AT, saya juga sudah mengkomunikasikan dengan Wali Kota Yogyakarta (Haryadi Suyuti) kalau ini jadi saya mohon agar dimasukkan di dalam katalog destinasi wisata di Jogja,” ulasnya.