Pembangunan Tak Merata, Jarak Si Kaya dan Si Miskin Semakin Lebar
Sosial

Pembangunan Tak Merata, Jarak Si Kaya dan Si Miskin Semakin Lebar

Sewon,(bantul.sorot.co)--Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Agus Subagyo menyebut gini rasio atau kesenjangan kesejahteraan antara penduduk kaya dan miskin di DIY sebesar 0,44 persen. Angka tersebut memposisikan DIY menjadi Provinsi tertinggi di Indonesia terkait persoalan ketimpangan pendapatan.

Gini rasio atau kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin di DIY 0,44 persen, tertinggi se Indonesia,” ujarnya, usai menghadiri jalan sehat Hari Ibu dan menyerahkan bantuan ratusan bibit pohon Mangga dan Rambutan kepada warga Padukuhan Krapyak Wetan, Krapyak Kulon, Glugo dan Dongkelan, Minggu (07/01/2018) pagi di Lapangan Patmasuri.

Agus mengatakan, disparitas ekonomi antara kaya dan miskin tersebut terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo. Pihaknya mendorong Pemda DIY agar melakukan terobosan untuk mengatasi masalah tersebut. Di antaranya melakukan pemerataan pembangunan. Selama ini, kata Agus, fokus pembangunan infrastruktur terpusat hanya di Kota Yogyakarta. 

Salah satu contoh misalnya penataan kawasan Malioboro menyedot anggaran hingga miliaran rupiah. Sementara di wilayah-wilayah lain misal bagaimana jalannya, jembatannya dan irigasinya. Ini menjadi salah hal terpenting dan menjadi penyebab kenapa gini rasio DIY paling tinggi. Karena kantong kemiskinannya belum tersentuh,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya menyambut baik, visi Gubernur DIY dalam APBD 2018. Ketimpangan kesejahteraan si kaya dengan si miskin, dalam rancangan APBD yang tahun ini nilainya lebih dari Rp 5 triliun, telah menjadi program prioritas yang bakal di selesaikan.

Mana saja kantong-kantong kemiskinan di tiga wilayah itu, segera dipetakan dan diatasi. Kami mendorong di kantong-kantong itu agar diprioritaskan pembangunannya,” tandasnya.