Pengelola Stadion Sultan Agung Tak Tahu Tanah Diam-Diam Disewakan
Hukum & Kriminal

Pengelola Stadion Sultan Agung Tak Tahu Tanah Diam-Diam Disewakan

Bantul,(bantul.sorot.co)--Pengelola keamanan Stadiun Sultan Agung (SSA) mengaku cukup kaget mendengar kabar perihal tanah kas desa Trimulyo yang telah disewa Pemkab Bantul untuk pembangunan Stadiun Sultan Agung (SSA) kembali disewakan kembali oknum mantan Perangkat desa Trimulyo.

Salah satu petugas keamanan SSA, Wulan Hadi menyayangkan jika dugaan terhadap kasus tersebut benar-benar terjadi. Oknum pamong yang bermain, kata dia, tergolong cukup berani dan nekat, karena tanah kas tersebut merupakan bagian dari tanah kas yang disewa Pemkab dengan luas sekitar 20 hektar.

Saya tahu kalau lahan itu ditanami petani, saya kira hanya pinjam saja. Tidak tahu ternyata disewakan, ya kaget. Kami yang mengamankan stadion sama sekali tidak tau. Setelah mulai dibangun lapangan panahan sekitar Juli 2017 lalu kita diperintahkan untuk itensif ngawasi,” ujarnya ditemui sorot.co, Kamis (04/01/2018) di SSA.

Kepala Inspektorat Bantul, Hermawati Setiaji mengatakan, kasus tersebut terungkap tiga bulan terakhir. Pihak penyewa mengaku kaget lantaran Pemkab Bantul telah mengerahkan alat berat untuk menguruk tanah seluas hampir 1 hektar tersebut untuk dibangun Lapangan Panahan. 

Dugaan korupsi terhadap pengelolaan tanah kas desa itu telah mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta. Pihak Pemerintah Kabupaten Bantul, tak tinggal diam atas perkara tersebut, melalui institusinya, Bupati Bantul Suharsono telah memerintahkan untuk mendalami adanya peristiwa tersebut.

Jika kemudian benar, proses selanjutnya inpekstorat akan memeriksa kerugian yang ditimbulkan setelah mendapat surat dari Polres Bantul.

Kita dapat surat permintaan dari polres benar tidak adanya peristiwa itu, nanti kalau sudah selesai kita laporkan ke Polres. Setelah itu kita nanti dapat lagi surat permintaan untuk memeriksa kerugian, untuk dasar pihak penyidik Polres memproses para pelaku,” ujarnya.