Sewakan Tanah Kas Desa Secara Ilegal, Dua Oknum Pamong Dipanggil Inspektorat
Hukum & Kriminal

Sewakan Tanah Kas Desa Secara Ilegal, Dua Oknum Pamong Dipanggil Inspektorat

Bantul,(bantul.sorot.co)--Dua orang oknum mantan perangkat (pamong) di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi. Kedua pamong tersebut melakukan perbuatan melanggar hukum karena menyewakan tanah kas desa ke pihak lain, sedangkan tanah tersebut sudah disewakan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Kepala Inspektorat Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan, tanah kas Desa Trimulyo seluas 20 hektar disewakan ke Pemkab Bantul guna pembangunan Stadion Sultan Agung (SSA) pada 2004. Namun, sekitar 1 hektar lahan tanah kas desa yang belum dimanfaatkan oleh Pemkab Bantul, kemudain disewakan lagi oleh dua oknum pamong desa.

Dikatakan Hermawan, kasus sewa-menyewa ilegal itu diduga telah merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah. Tanah seluas 20 hektar yang berlokasi di sisi selatan timur Stadion Sultan Agung itu disewakan dengan nilai mencapai Rp 200 juta ke petani penggarap. Sedangkan nilai sewa tanah kas desa seluas 20 hektar oleh Pemkab Bantul mencapai Rp 100 juta per tahun.

Diketahui baru tiga bulan terakhir ini. Tanah kas 20 hektar itu kan sudah disewa Pemkab tapi oleh oknum mantan perangkat desa disewakan lagi ke pihak ketiga sekitar 10 tahunan. Ini baru ketahuan saat Pemkab mau membangun stadion panahan di lahan itu,” ujarnya, Selasa (02/01/2018).

Kasus dugaan memperkaya diri ini sudah dilaporkan ke Polres Bantul. Inpekstorat, kata Hermawan, sudah mendapat perintah dari Bupati untuk melakukan pemeriksaan awal terkait benar tidak adanya kerugian negara. Selain itu, pihaknya juga telah mendapat surat dari Polres Bantul permintaan melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan perihal kasus tersebut 

Tim auditor kita turun hari ini, untuk memeriksa apa benar ada perbuatan melawan hukum,” tandasnya.