Aktivis LSM DIY Sayangkan Dewan Kunker di Tengah Rakyat Menghadapi Bencana
Sosial

Aktivis LSM DIY Sayangkan Dewan Kunker di Tengah Rakyat Menghadapi Bencana

Bantul,(bantul.sorot.co)--Puluhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul melakukan kegiatan kunjungan kerja ke Palembang Sumatera Selatan dan Makassar Sulawesi Selatan. Aktivis LSM DIY, Rino Caroko, sangat menyayangkan keberangkatan para wakil rakyat itu dilakukan di tengah kondisi rakyatnya sedang menghadapi bencana alam.

Meski sudah teragenda dan dilakukan dalam rangka pembahasan raperda, namun ia menilai kegiatan itu tidak etis dilakukan di saat kondisi masyarakat masih belum pulih pasca bencana banjir dan tanah longsor.

Sebaiknya kunker ditiadakan dulu, fokus ke penanganan pasca bencana. Lha wong rumahnya saja berantakan kok malah ditinggal pergi. Kalau alasannya karena sudah diagendakan dan dianggarkan sebelumnya, lah itu bisa ditunda atau sementara ditiadakan karena darurat,” papar Rino Caroko, dihubungi Rabu (6/12/2017).

Dikatakan, sebagai perwakilan rakyat seharusnya mereka hadir dan mendampingi masyarakat yang tengah tertimpa bencana alam untuk meringankan beban mereka. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk membantu korban bencana, mulai dari memberikan bantuan logsitik hingga pemulihan korban bencana baik secara fisik maupun psikis. 

Ibaratnya seorang anak ketika sakit, ya harus ditunggui orang tuanya. Adakan kegiatan trauma healing, bantu mereka mengakses kebutuhan pasca bencana,” tegasnya.

Ia mendukung langkah Ketua DPRD dan beberapa anggota dewan yang tidak mengikuti kegiatan tersebut dan memilih untuk membantu pendampingan korban bencana. Rino juga mengkritik kegiatan kunjungan kerja tersebut karena telah menghabiskan anggaran negara yang tidak sedikit.

Pesan saya kepada masyarakat, catat dewan yang ikut dan saat ini sudah menjabat. Kalau di tahun 2019 akan maju lagi, jangan dipilih,” tuturnya.

DPRD Bantul bersama Camat dan Staf Sekretaris Dewan melakukan kunjungan kerja mulai 4 sampai 7 Desember dengan tujuan luar Jawa. Kegiatan kunker yang menyedot anggaran sekitar Rp 500 juta itu merupakan agenda DPRD di triwulan terakhir. Terdapat anggota dewan yang tidak ikut dalam kegiatan itu, di antaranya Ketua DPRD Hanung Raharjo, anggota F-PDIP Timbul Harjana, anggota F-Gerindra Petrus Lanjar Wijiyono, anggota F-PKB Uwaisun Nawawi, dan anggota F-PKS Amir Syarifuddin.