Sopir Bus Maut, Terancam Hukuman Enam Tahun Penjara
Hukum & Kriminal

Sopir Bus Maut, Terancam Hukuman Enam Tahun Penjara

Bantul,(bantul.sorot.co)--Kecelekaan maut bus rombongan wisata di Jalan Imogiri Dlingo, pada Minggu (3/12) lalu, menewaskan dua orang penumpang termasuk awak bus. Bus Langsung Jaya degan nopol AD 1525 EF dikemudikan Sumanto, warga Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Surakarta, membawa sekitar 60 penumpang rombongan ibu-ibu PKK dari Padukuhan Garen, Desa Gombang, Kecamatan Sawit Boyolali.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Bantul, Ipda Mulyanto, mengungkapkan, pengemudi dapat diancam hukuman pidana karena dalam kecelekaan tersebut telah mengakibatkan orang lain terluka dan meninggal dunia.

Dalam pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001/9 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ AJ), kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dipidana penjara paling lama enam tahun,” ungkapnya, Selasa (5/12/2017) pagi.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksan sementara, kecelakaan maut itu terjadi lantaran bus amengalami rem blong. Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum memeriksa secara mendalam karena kondisi sopir masih dalam perawatan medis di rumah sakit. 

Selain keterangan sopir, untuk mengungkap penyebab kecelakaan itu pihaknya meminta keterangan dari saksi-saksi termasuk korban. Hasil sementara, sebelum kecelakaan itu terjadi, bus sempat mengalami beberapa masalaah dengan rem. Bahkan, beberapa penumpang sempat mengingatkan pengemudi untuk tidak melanjutkan perjalanan.

Dari keterangan korban selamat, sebelum menghantam bukit sebelumnya terjadi beberapa kejadian dan masih kita dalami. Nanti akan ketemu dengan keterangan sopir,” tandasnya.

Dalam insiden kecelakaan maut tersbejut, bus menghantam Bukit Bego di Padukuhan Kedung Buweng, Desa Wukirsari. Kecamatan Imogiri. Rombongan bertolak dari kawasan hutan Pinus Mangunan Dlingo hendak menuju ke Pantai Depok Parangtritis. Bus mengalami rem blong dan menghantam tebing di sisi kakan jalan hingga menyebabkan dua penumpang meninggal dan puluhan lainnya luka.