Longsor, Akses Jalan Menuju Goa Jepang dan Puncak Kayangan Terputus
Wisata

Longsor, Akses Jalan Menuju Goa Jepang dan Puncak Kayangan Terputus

Pundong,(bantul.sorot.co)--Akses menuju situs purbakala Goa Jepang di Padukuhan Poyahan Desa Seloharjo Kecamatan Pundong terputus. Jalan aspal dengan lebar dua setengah meter itu ambles dan longsor akibat diterjang banjir bandang saat cuaca ekstrem dampak Badai Siklon Tropis Cempaka, Selasa (28/11).

Dari pantauan sorot.co, jalan yang baru berumur dua tahun itu ambles dengan kedalaman sekitar satu setengah meter, dengan panjang sekitar lima puluh meter. Jalan satu-satunya menuju Goa Jepang itu tak bisa dilewati dan terancam longsor bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Selain menuju Goa Jepang, jalan akses itu juga merupakan akses satu-satunya menuju Puncak Kayangan Surocolo.

Anggota pengelola wisata Surocolo-Goa Jepang, Triyanto (20) mengatakan, jalan tersebut ambles dan nyaris longsor diketahui pada Rabu (29/11) pagi saat itu kondisinya hujan lebat.

Bapak saya Tukijan kan nginep di atas (Goa Jepang) jualan, waktu itu hujan sangat lebat, paginya mau pulang belanja. Tau-tau kondisi jalan sudah ambles,” ujarnya saat ditemui sorot.co dilokasi jalan ambles, Senin (04/12/2017).

Menurut Triyanto, jalan ambles itu dikarenakan tergerus aliran air yang melewati parit semi permanen pada bagian pinggir jalan. Air tidak berjalan dengan normal lantaran parit tertutup batu raksasa yang terguling. Akibatnya air bah berhenti menggerus tanah dan melewati di bawah jalan beraspal tersebut. 

Tanah jadi gembur, membuat jalan tersebut ambles. Ini kalau hujan deras pasti longsor lagi,: tandasnya.

Sementara itu, akibat amblesnya jalan menuju Goa Jepang tersebut, pengelola wisata dan warga sepakat menutup sampai waktu yang tidak bisa ditentukan lantaran jalan benar-benar lumpuh. Pemerintah Desa Seloharjo sendiri mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul agar segera ditindaklanjuti.