Tiga Wisatawan Digulung Ombak Pantai Parangtritis
Peristiwa

Tiga Wisatawan Digulung Ombak Pantai Parangtritis

Kretek,(bantul.sorot.co)--Sebanyak tiga wisatawan asal Padukuhan Ngelo, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, digulung ombak Pantai Parangtritis pada Minggu (19/11) siang pukul 13.15 WIB.

Beruntung petugas SAR Parangtritis yang berjaga di pinggir pantai melihat peristiwa itu dan langsung melakukan penyelamatan. Ketiga korban masing-masing Nicky Fitriani(15), Marni (38) dan Sunarti (39) berhasil selamat setelah sempat terseret hingga beberapa meter ke tengah laut.

Korban berhasil dievakuasi oleh personil SAR yang berjaga tak jauh dari lokasi kejadian. Semuanya dalam kondisi lemas karena terlalu banyak minum air laut tapi tidak sampai fatal. Mereka dibawa ke Posko SAR untuk mendapatkan penanganan,” ujar Sekretaris SAR Satlinmas DIY, Muhammad Arif Nugroho, Senin pagi.


Ia menjelaskan, rombongan keluarga asal Sragen itu tiba di lokasi Pantai Parangtritis sekitar pukul 12.45 WIB, terdiri dari 8 orang. Sesampainya di pantai, tiga orang langsung terjun ke pantai untuk bermain air di dekat lokasi palung. Tak selang lama, tiba-tiba ketiga orang tersebut terseret arus ke tengah. 

Sebanyak empat personil SAR yang saat itu berjaga-jaga di tepi pantai pun langsung berlari untuk melakukan penyelamatan. Korban akhirnya berhasil diselamatkan sebelum terseret terlalu jauh ke tengah laut.

Sementara itu Koordinator SAR Satlinmas DIY, Ali Sutanto mengatakan, korban bermain di sekitar lokasi palung laut yang berbahaya. Petugas, kata dia, sudah memasang papan peringatan di sekitar lokasi berbahaya untuk mengantisipasi kejadian laka laut, namun papan peringatan tersebut sering tidak diperhatikan.

Korban bermain air di lokasi berbahaya, padahal sudah terpasang papan peringatan berbahaya mandi di laut. Karakter pantai selatan Bantul berbeda dengan pantai di tempat lain, karena di sini terdapat beberapa palung atau pusaran air yang memiliki arus kuat yang bisa menarik wisatawan ke tengah laut. Lokasi palung juga selalu berpindah-pindah,” tandas Ali Sutanto.