Sebelum Tewas Dibunuh, Gadis Korban Perampokan Berniat Jalan-Jalan ke Taman Pintar
Peristiwa

Sebelum Tewas Dibunuh, Gadis Korban Perampokan Berniat Jalan-Jalan ke Taman Pintar

Sedayu,(bantul.sorot.co)--Nasib tragis dialami Utami Dwi Cahyo (26), warga Padukuhan Plawonan RT 05, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu. Gadis penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wiacara ini tewas diduga dibunuh seseorang yang belum dikenal. Sabtu (18/11) pagi, korban ditemukan tewas di kamarnya dengan kondisi telanjang dan sejumlah barang berharga hilang dibawa perampok.

Kakak korban, Eka Rinangsih (28) mengaku, sedianya ia akan mengajak adiknya, untuk jalan-jalan ke Taman Pintar Yogyakarta. Rencana itu pun pupus karena korban harus pergi selama-lamanya pasca peristiwa perampokan yang menimpa korban.

Saya WhatsApp adik jam 07.00 WIB, tak suruh siap-siap mau tak ajak jalan-jalan ke Taman Pintar. Anak saya yang ngebet untuk ngajak tantenya jalan-jalan. Karena tantenya jarang keluar, jarang jalan-jalan,” ujar Eka Rinangsih, saat ditemui sorot.co, di rumah duka, Sabtu sore.


Usai mengetahui adiknya tewas dengan kondisi mengenaskan, air mata seakan tak mau berhenti menetes. Kendati demikian, dirinya tetap berusaha untuk tegar meski menyimpan kesedihan yang sangat mendalam. Rupanya, chatingan melalui pesan WhatsApp menjadi komunikasi terakhir antara kakak dan adik puteri pasangan Suratijo dan Lanjar ini. Meski memiliki keterbatasan fisik, namun korban dapat hidup mandiri dan memiliki deretan prestasi saat bersekolah di SLB Bantul di Kalibayem, Kasihan. 

Eka menambahkan, Utami tidak pernah meminta uang ke orangtua karena dia mampu mencari uang sendiri dengan keahlian membuat tas kertas untuk wadah souvernir. Hasil dari itu, kemudian ia sisihkan untuk ditabung. Bahkan, uang tabungan milik korban senilai Rp 4 juta juga ikut raib disikat oleh perampok.

Itu adik saya satu-satunya. Kami keluarga ikhlas tetapi kami berharap polisi dpat segera menangkap pelaku dan mendapatkan hukuman setimpal,” ucapnya.