Ditemukan Telanjang di Kamar Tidur, Mayat Gadis Diduga Jadi Korban Perampokan
Peristiwa

Ditemukan Telanjang di Kamar Tidur, Mayat Gadis Diduga Jadi Korban Perampokan

Sedayu,(bantul.sorot.co)--Warga Padukuhan Plawonan RT 05, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu digegerkan dengan adanya aksi perampokan disertai dengan dugaan pembunuhan, Sabtu (18/11/2017) pagi. Peristiwa tragis itu diketahui pertama kali oleh saudara korban, Eka Rinangsih (28) sekitar pukul 09.00 WIB.

Diceritakan Eka, saat ia bertandang ke rumah orang tuanya sekitar pukul 08.45 WIB bersama anaknya, ia merasa curiga lantaran pintu pada depan dalam kondisi tidak terkunci. Sedangkan, biasanya orang tuanya Suratijo dan Lanjar sejak pukul 05.00 WIB sudah pergi untuk berjualan buah-buahan di Pasar Gamping Sleman.

Karena tak seperti biasanya, ia pun bergegas masuk ke dalam rumah mencari adik perempuannya, Utami Dwi Cahyo (26). Saat menengok kamar tidur adiknya yang  terletak di bagian belakang, ia terkejut karena mendapati adiknya dalam kondisi ta berbusana dengan posisi terlentang.

Pintunya terbuka sedikit, saya masuk lihat adik saya sudah dalam kondisi tak berpakaian dan terlentang di lantai kamar. Saya pegang kok dingin semua badannya. Saya langsung lari keluar minta tolong teriak-teriak manggil tetangga sekitar,” ujarnya, saat ditemui sorot.co di kediamannya, Sabtu sore.

Setelah tetangga berkerumun, lanjut Eka, adiknya yang berparas cantik penderita tuna rungu dan tuna wicara itu pun dipindahkan ke kasur dalam keadaan sudah meninggal dunia. Barang-barang berharga milik korban di dalam kamar sudah raib, di antaranya TV Flat 24 inch, uang tunai Rp 4 juta dan kalung seberat 5 gram yang biasa dikenakan korban juga hilang. 

Sementara itu, Kapolsek Sedayu Kompol Sugiarta mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara oleh Tim Identifikasi Polres Bantul, korban meninggal dunia diduga dibunuh dengan cara dicekik. Setelah aksi kejinya itu, pelaku lantas menjarah barang-barang berharga korban dan kabur melarikan diri.

Korban saat ini dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum. Sementara kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelakunya,” tandasnya.