Komisi C Lakukan Pemantauan Lapangan Proyek Pembangunan Talud
Pemerintahan

Komisi C Lakukan Pemantauan Lapangan Proyek Pembangunan Talud

Bantul,(bantul.sorot.co)--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul melakukan pantauan lapangan di sejumlah proyek pembangunan wilayah Bantul. Salah satunya, pada proyek pembangunan talud penguat tebing di Sungai Mruwe Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan. Dari hasil pantauan di lapangan Senin (13/11) kemarin, Komisi C menemukan beberapa bangunan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

Ketua Komisi C DPRD Bantul, Wildan Nafis, mengatakan, proyek yang nilainya ratusan juta itu belum memperlihatkan tanda-tanda pembangunan akan selesai. Sementara itu, kontrak perjanjian dengan pihak rekanan yakni kontraktor pembangunan diharuskan selesai pada bulan Desember 2017.

Mengingat waktu yang tinggal sebentar, kita khawatir proyek ini tidak selesai,” ujarnya, Selasa (15/11/2017).

Selain persoalan waktu, lanjut Wildan, ia juga menemukan fisik bangunan yang diduga tidak memenuhi standar spesifikasi di antaranya pada bagian pondasi. Pasalnya, hujan yang mengguyur bangunan berusia sehari itu sudah menyebabkan genangan air yang cukup parah. 

Kunci bangunan, kata Wildan, terletak pada pondasi karena jika tergenang air dalam jumlah besar lambat laun akan menggerus bangunan. Sementara berdasar pantauannya, pemborong belum memiliki terobosan untuk mengantisipasi sehingga bisa dipastikan bangunan itu tidak akan bertahan lama.

Kalau seperti ini kualitas bangunan tidak akan layak,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kasi Pengelolaan Jaringan Irigasi Bagian Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukimam (DPUPKP) Bantul, Yitno mengklaim, jika kualitas bangunan talud tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Pihaknya pun selalu mendorong kepada Petugas Pelaksana Lapangan (PPL) dan konsultan pengawas untuk bekerjasama dengan baik.

Baik buruknya bangunan, mereka sebagai pengawas ikut bertanggungjawab. Saya dorong mereka untuk berperan aktif,” ujarnya.

Sementara itu, dari data di DPUPKP Bantul, proyek pembangunan talud tahun 2017 ada 54 titik dengan anggaran mencapai miliaran rupiah.