Proyek Miliaran Rupiah di Makam Raja-Raja Mataram Imogiri Tak Sesuai Harapan
Pemerintahan

Proyek Miliaran Rupiah di Makam Raja-Raja Mataram Imogiri Tak Sesuai Harapan

Imogiri,(bantul.sorot.co)--Pengangeng Puroloyo Makam Raja Imogiri dan Makam Raja Kotagede, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Hastononingrat mengeluhkan proyek pembangunan calon Makam Sultan Hamengkubuwono (HB) X di Komplek Makam Raja Panjimatan Wukirsari Kecamatan Imogiri.

Proyek yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DIY, dengan anggaran Rp 6,6 miliar tersebut saat ini kondisinya memprihatinkan. Pada bagian tangga dan dinding sudah mengalami kerusakan karena retak dan ambles.

Tahab dua sudah selesai tapi belum diserahkan. Andang pecah-pecah koyo ngene iki piye? (Bangunan sudah retak-retak seperti ini bagaimana?). Tembok kanan kiri bentet (retak-retak). Tangga pecah-pecah bahkan di bagian atas ambles. Ada juga tangga di bagian bawah ciut tidak lebar,” ujarnya, Senin (13/11) sore ditemui sorot.co

KRT Hastononingrat pun mengaku kaget setelah melihat calon Pasarehan HB X itu, karena dengan dana yang cukup fantastis tetapi kondisi fisiknya jauh dari kata layak. Lebih jauh ia menjelaskan, sebelumya ia juga menemukan realisasi fisik yang tidak sesuai dengan bestek yakni bangunan cungkup yang memakai atap baja ringan. 

Ia menilai, itu tidak sesuai dengan cungkup yang digunakan oleh Raja-Raja Mataram yang menggunakan kayu jati. Terkait temuannya tersebut, pihaknya pun sudah melaporkannya ke KGPH Hadiwinoto, selaku komandan KRT Hastononingrat.

Namun saat dikonfirmasi ke Gusti Kenjeng Ratu Condrokirono, putri kedua Sri Sultan Hamengku Buwono X itu mengaku belum mendapatkan laporan tersebut.

Saya sudah lapor temuan itu, tapi saat evaluasi beliau mengaku belum dapat laporan, berarti laporan saya tidak sampai,” tandasnya.

Sementara itu, lantaran menyalahi bestek, akhirnya pembanguan cungkup yang semula menggunakan baja ringan kemudian dibongkar. Kekecewaan kembali muncul karena kualitas bangunan yang tidak baik. Atas beberapa temuan dalam proyek pembangunan di komplek makam raja-raj amatarama imogiri tersebut, pihaknya akan melapor ke Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono.

Temuan itu akan saya laporkan segera, saya juga baru lihat temuan itu tadi setelah tidak ada aktivitas pembangunan,” tandasnya.