Bantah Mencatut Nama PSM, Penjual Jasa Pengurusan Adminduk Minta Maaf dan Berganti Nama
Sosial

Bantah Mencatut Nama PSM, Penjual Jasa Pengurusan Adminduk Minta Maaf dan Berganti Nama

Bantul,(bantul.sorot.co)--Koordinator Paguyupan Pekerja Sosial Masyarakat (PPSM) Bantul, Ngatijan, membantah telah mencatut nama dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Bantul.

Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf kepada PSM Dinsos Bantul jika nama yang ia pakai dalam organisasinya itu justru membuat salah paham. Dengan tegas ia juga membantah jika dalam melayani warga selama ini berlindung di bawah nama PSM Bantul.

Kami tidak ada maksud untuk mencatut nama PSM Dinsos di Kabupaten Bantul. Sama sekali tidak ada maksud, nama itu kami buat secara spontan, jadi karena sama-sama pelayan masyarakat. Kita belum punya nama kelompok, bingung akhirnya dapat nama PPSM (Paguyupan Pekerja Sosial Masyarakat),” ujarnya kepada Wartawan, Jumat (10/11/2017) siang di Pers Room DPRD Bantul.

Agar tidak membuat gaduh pihaknya pun bersama puluhan rekan-rekannya sepakat tidak memakai lagi nama PPSM, puluhan anggota kelompoknya yang tersebar di 17 Kecamatan se Kabupaten Bantul itu mengganti nama dengan 'Mitra Warga'. 

Sementara itu, meski dilarang untuk beroperasi sejak Oktober 2017 oleh Disdukcapil Bantul, kelompok yang mengklaim membantu warga untuk menguruskan administrator kependudukan (Adminduk) itu tetap akan melayani warga jika membutuhkannya jasanya.

Saya dengan teman-teman tetap berusaha bertemu dengan Disdukcapil Bantul, agar kami tetap bisa menolong warga yang butuh bantuan kami,” katanya.

Ngatijan yang merupakan warga Padukuhan Bawuran Desa Bawuran Kecamatan Pleret itu berharap, aktivitasnya itu tidak dikait-kaitkan dengan calo. Ia bersama rekan-rekannya itu murni hanya ingin membantu warga yang hendak mengurus adminduk namun memiliki segala keterbatasan.

Ini yang kita bantu kebanyakan orang awam, misalnya masih ada yang belum tahu di mana kantor Disdukcapil. Ada juga warga yang memang betul-betul tidak paham ngurus,” tandasnya.