Wartawan Udin Diusulkan Menjadi Pahlawan Pers Nasional
Peristiwa

Wartawan Udin Diusulkan Menjadi Pahlawan Pers Nasional

Bantul,(bantul.sorot.co)--Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY bakal mengusulkan almarhum Fuad Muhammad Safruddin menjadi Pahlawan Pers Nasional. Mantan wartawan Harian Bernas itu tewas diduga dibunuh karena tulisan beritanya yang kritis. Karena perjuangannya itulah, ia dinilai telah berjasa dalam sejarah perjuangan pers di Indonesia.

Kita akan berusaha agar mas Udin itu menjadi pahlawan dibidang pers,” ujar Ketua PWI DIY, Sihono, dijumpai usai ziarah di Makam Udin Jumat (10/11/2017) siang.

Menurut Sihono, perjuangan untuk mengukuhkan gelar pahlawan membutuhkan komitmen dari semua pihak, karena perjuangan untuk meraih gelar tersebut tidak lah mudah, dan pasti melalui jalan yang terjal. 

Kita ini memperjuangkan Udin seperti berjalan di jalan yang sepi, tapi siapa lagi kalau bukan kita yang memperjuangkan,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Solidaritas Wartawan Untuk Udin, Taufik Juwariyanto mengatakan, sesuai arahan dari Ketua PWI DIY, dirinya bakal segera membuat tim yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat mulai dari aktivis, wartawan dan masyarakat. Pihaknya akan membuat tim untuk menyiapkan berkas-berkas kelengkapannya, kemudian diusulkan melalui Pemda Bantul.

Menurut Taufik, Udin layak menyandang gelar pahlawan pers karena selama ini, kata dia, banyak kekerasan terhadap jurnalis namun perkara kasusnya yang sampai saat ini masih menyisakan misteri adalah kasusnya Udin ini.

Di Bali terungkap, di Surabaya terungkap, beberapa kasus lain juga terungkap. Kasus Udin ini, yang sampai sekarang belum terungkap,” tandasnya.

Dikatakannya, Udin meninggal dunia karena tulisannya yang membuat seseorang kebakaran jenggot, sehingga berita-berita yang menyoroti kebijakan pemerintah yang tidak fair itu lantas membuat seseorang tidak nyaman. Udin juga menjadi sosok yang selalu menyuarakan aspirasi akar rumput. Ketajaman tulisan itu diduga membuat sekelompok orang tidak senang sehingga merencanakan untuk menghabisi nyawanya.

Sayangnya kasus Udin justru dibelokkan menjadi kasus perselingkuhan,” pungkas Taufik.