Buka Jambore Kampung Siaga Bencana, Khofifah Berharap Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Alam
Sosial

Buka Jambore Kampung Siaga Bencana, Khofifah Berharap Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Alam

Pundong,(bantul.sorot.co)--Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa membuka secara resmi Jambore Kampung Siaga Bencana (KSB) se-DIY, di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Pundong, Sabtu (23/09) sore.

Menurut Pembina Tagana Indonesia ini, KSB merupakan komunitas berbasis masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan agar tidak gagap dalam menghadapi bencana.

Kalau kita tidak membangun kemitraan strategis dengan komunitas atau masyarakat anytime kemungkinan muncul bencana alam itu pasti gagap. Mereka ini dari daerah daerah yang memiliki potensi terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Kan semua sudah tepetakan,” ujarnya.

Dijelaskan, KSB dipersiapkan sebagai langkah preventif untuk melakukan penanganan bila terjadi bencana di wilayah masing-masing. Daerah rawan bencana sudah terpetakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) dan Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG).

Mereka yang berasal dari desa antar desa atau sub desa dilatih untuk ikut berpartisipasi untuk menangani bila kegawatdaruratan itu terjadi.

Mereka dilatih dan disiapkan lumbung sosial antara lain keterampilan ketrampilan misalnya mendirikan selter seperti ini. Dan yang penting, jangan ada orang itu gagap shock, stres, ataupun kaget bila ada menghadapi bencana. Relawan relawan ini diharapkan bisa mengkomunikasikan dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasie) Bantuan Sosial Korban Bencana Dinas Sosial DIY, Sigit Alifianto mengatakan, peserta KSB ada 250 orang tersebar di 34 KSB di tiap-tiap Kabupaten se DIY. Relawan-relawan ini mendapatkan pembinaan, peningkatan kapasitas dan mengasah kemampuan untuk menghadapi bencana alam bila suatu saat terjadi.

Jambore ini untuk memantau progres atau perkembangan kemampuan mereka bila terjadi bencana di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Dikatakan, KSB dibentuk untuk sigap secara mandiri bila terjadi bencana. Di masing-masing KSB sudah dilengkapi dengan lumbung sosial di antaranya selter, makanan, sandang dan dokumen-dokumen kebencanaan. Sehingga, tidak ada istilah lagi pemerintah kurang cepat merespon, namun mereka bergerak menangani sebagai pertolongan pertama.