Gunakan Bibit Berkualitas, Petani di Bantul Mampu Produksi Jagung Hingga 18 Ribu Ton
Ekonomi

Gunakan Bibit Berkualitas, Petani di Bantul Mampu Produksi Jagung Hingga 18 Ribu Ton

Bantul,(bantul.sorot.co)--Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul, Pulung Haryadi mengatakan, tahun 2017 ini Bantul mampu mempertahankan swasembada jagung. Selain mampu mencukupi kebutuhan kabupaten, produksi jagung yang dihasilkan petani Bantul bahkan dikirim ke luar daerah.

Ia menjelaskan, luas arena tanam jagung hingga Agustus 2017 mencapai 3.101 hektar tersebar di seluruh kecamatan. Sedangkan penanam terbesar berada di dua wilayah kecamatan yakni Sanden dan Piyungan. Dengan tingkat produktifitas 58,7 kuintal per hektar, produksi jagung sudah mencapai sekitar 18,2 ribu ton jagung pipil kering.

Area tanaman jagung di Kabupaten Bantul hampir merata, namun lahan yang paling luas berada di dua kecamatan. Pada hasil panen tahun ini petani menikmati harga sekitar Rp 4200-4500 per kilogram, biasanya hasil komoditas jagung digunakan untuk konsumsi dan untuk pakan ternak,” ujar Pulung Haryadi, dihubungi Sabtu (23/9/2017).

Guna mempertahankan dan meningkatkan produksi jagung di Bantul, pihaknya mengimbau kepada para petani untuk menggunakan bibit bersertifikasi yang berkualitas. Dilihat dari segi pemeliharaan, menanam komoditas jagung dinilai lebih mudah dibanding dengan komoditas lain seperti padi, kedelai dan tanaman palawija lainnya. 

Terpisah, Direktur PT Saprotan Benih Utama yang merupakan distributor benih jagung hibrida Dekalb Mosanto Indonesia, Yuri Wibowo, mencatat, permintaan benih jagung hibrida dalam setahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Awal tahun 2016, permintaan benih jagung hibrida area Jateng-DIY mencapai 400 ton. Pada 2017 ini permintaan naik 50 persen. Kami memperkirakan hingga akhir tahun nanti kami bisa mendistribusikan sedikitnya 600 ton,” tuturnya.

Ia menambahkan, Monsanto Indonesia mempunyai dua produk unggulan yakni Dekalb DK771 dan Dekalb DK959. Dekalb DK 771 merupakan produk benih jagung hibrida yang dikembangkan dengan keunggulan tahan terhadap serangan penyakit terutama penyakit bulai jagung. Jenis ini cocok untuk ditanam di lahan-lahan marjinal atau kurang subur dengan produktivitas mencapai diatas 11 ton per hektar.

Sedangkan benih Dekalb DK959 idealnya ditanam di lahan sawah bekas padi yang mempunyai sistem irigasi. Adapun hasil produksi mencapai 8-9 ton per hektar. Melalui program Dekalb Learning Center, kami juga mengedukasi petani untuk menerapkan pola pertanian teknologi tepat guna,” tandasnya.