Dugaan Malpraktik Obat Tetes Telinga Untuk Mata di Puskesmas Dlingo, ORI DIY Terjunkan Tim Khusus
Pemerintahan

Dugaan Malpraktik Obat Tetes Telinga Untuk Mata di Puskesmas Dlingo, ORI DIY Terjunkan Tim Khusus

Bantul, (bantul.sorot.co)--Dugaan malpraktek yang terjadi di Puskesmas Dlingo 1 berbuntut panjang. Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY saat ini tengah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

Sebagai informasi, kejadian dugaan malpraktik tersebut terjadi lantaran ada oknum perawat Puskesmas setempat diduga salah memberikan obat kepada pasien.

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan DIY, Budhi Masthuri mengatakan, pihaknya menerima informasi mengenai adanya dugaan malpraktek tersebut pada bulan Agustus 2017 lalu.

Saat pasien atas nama Sumarni (44) warga Padukuhan Lohputih RT 01, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo melakukan pengobatan di Puskesmas Dlingo 1 setelah kedua matanya terserang virus belek sejak 4 bulan yang lalu. Namun bukan obat yang semestinya yang ia dapat, oknum perawat yang saat ini bertugas justru memberikan obat tetes yang bukan untuk mata.

"Oknum perawat diduga memberi obat tetes telinga," ujarnya, Kamis (14/09/2017) siang.

Bencana terjadi ketika obat tersebut digunakan oleh Sumarni di matanya. Setelah pbat diteteskan ke bagian mata, lama-kelamaan mata di bagian kiri korban pandangannya kabur. 

"Setelah pasien melihat obat tersebut ia kaget ketika dibaca obat yang diteteskan adalah obat telinga," tandasnya.

Menurut Budi, kasus semacam ini sangat fatal lantaran berbahaya bagi pasien. Ia menegaskan bahwa setelah mendapatkan informasi, pihaknya pun telah membentuk dan langsung menerjunkan tim khusus untuk mengungkap kasus tersebut. Pada Rabu (13/09/2017) kemarin, tim khusus tersebut sudah menemui jajaran Dinkes Bantul untuk meminta klarifikasi.

Dari informasi yang sementara diperoleh, Dinkes sudah mengambil langkah-langkah untuk terhadap kasus malpraktek itu.

" Dinkes sudah melakukan investigasi, termasuk memberi sanksi kepada petugas. Tapi kita tetap akan mendalami kasus tersebut. Tim masih bekerja," tandasnya.