Dramatisnya Evakuasi Jambret Pelajar, Dari Rangsekan Ratusan Massa, Aksi Bakar Motor, Hingga Kedatangan Kapolres
Peristiwa

Dramatisnya Evakuasi Jambret Pelajar, Dari Rangsekan Ratusan Massa, Aksi Bakar Motor, Hingga Kedatangan Kapolres

Panjangan, (bantul.sorot.co)--Meski dalam kondisi babak belur, kondisi Yl (15) warga Kaliberot, Argomulyo, Sedayu yang merupakan pelajar kelas 1 sebuah SMP swasta di Godean, Sleman dan Jf (17) warga Gamping Kidul, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping pelajar sebuah MAN swasta di Gamping terbilang masih beruntung. Pelaku penjambretan ini sempat dikepung oleh ratusan warga masyarakat yang geram dengan aksi mereka.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, proses evakuasi Yl dan Jf dari kepungan massa berlangsung sangat dramatis. Polisi bahkan harus mengerahkan puluhan personel untuk menyelamatkan nyawa kedua pelajar tersebut. Jika tak dievakuasi secepatnya, dikhawatirkan hal yang fatal bisa menimpa Yl dan Jf.

Kapolsek Pajangan, AKP Suyanto mengungkapkan, massa yang semakin banyak membuat pihaknya cukup kerepotan dalam melakukan pengamanan pelaku. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polsek Pajangan sempat meminta bantuan personel dari Polres Bantul.

Tadi bahkan pak Kapolres, AKBP Imam Kabut Sariadi juga langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemantauan,” ucap Suyanto, Rabu (13/09/2017) siang.

Kedatangan 1 Pleton Unit Sabhara dari Polres Bantul diungkapkan Kapolsek sangat membantu proses evakuasi. Diiringi pengamanan ketat dan rengsekan dari ratusan warga, akhirnya Yl dan Jf berhasil dievakuasi. 

Tapi massa yang kesal sempat membakar sepeda motor pelaku sampai tinggal tersisa rangkanya,” imbuh dia.

Usai berhasil diamankan, kedua pelaku lalu dilarikan ke Puskesmas Pajangan untuk mendapatkan perawatan medis. Sebelum sempat diamankan polisi, Yl dan Jf memang sempat menjadi bulan-bulanan massa. Namun demikian, Suyanto menjelaskan bahwa tidak ada luka yang fatal yang dialami oleh kedua pelaku.

"Tidak ada luka yang fatal, hanya bonyok saja di bagian wajah. Ini sudah bisa diperiksa di Polsek oleh penyidik," tandasnya.

Kapolsek juga menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, aksi penjambretan tersebut dilakukan oleh kedua remaja tersebut karena ingin memiliki hp.