Transaksi Esek-esek di Cepuri Parangkusumo, 16 PSK dan 1 PNS Disidang Selasa Ini
Hukum & Kriminal

Transaksi Esek-esek di Cepuri Parangkusumo, 16 PSK dan 1 PNS Disidang Selasa Ini

Kretek, (bantul.sorot.co)--Sebanyak 16 pekerja seks komersial (PSK) dan seorang lelaki hidung belang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang terjaring dalam razia penegakan Perda Bantul Nomor 5 tahun 2007 tentang Pelacuran, Senin (11/09/2017) malam di Parangkusumo akan diproses hukum. Rencananya, pada Selasa ( 12/09/2017) siang ini, para PSK maupun lelaki hidung belang tersebut akan disidangkan di Pengadilan Negeri Bantul.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, mereka dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap Perda tersebut, sehingga kemudian diajukan untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Bantul.

"Hari ini, mereka akan disidang di Pengadilan Negeri Bantul," ujar Sekretaris Pol PP Bantul, Bayu Jati Bayubroto, Selasa pagi.

Adapun, 16 PSK yang bakal diajukan sidang diantaranya yakni S (45) warga Muntilan Jawa Tengah, R (37) warga Gebog Kudus, SM (30) warga Gayamsari Semarang Jawa Tengah, AS (40) warga Getasan Semarang Jawa Tengah dan S (34) warga Ngestirejo Tanjungsari Gunungkidul. 

Selanjutnya, S (31) warga Gayamsari Semarang Jawa Tengah, K (32) warga Kebayoran Jakarta Pusat, S (52) warga Kembang Arum Semarang Barat, P (37) warga Tangen Sragen dan D (52) warga Cinangsi Cilacap Jawa Barat.

Kemudian, IR (42) warga Karangjati Semarang Jawa Tengah, AF (34) warga Cabe Sragen Jawa Tengah, S (35) warga Purwosari Kranggan Temanggung, M (34) warga Kalibanteng Kulon Semarang Barat, FM (27) warga Kampar Utara, Pekanbaru Riau, N (48) warga Lebak Jepara dan seorang PNS laki-laki S (51) warga Margo Katon, Sayegan Sleman.

Bayu menyatakan bahwa di lokasi Taman Cepuri Parangkusumo selama ini memang dikenal sebagai lokasi praktek prostitusi liar. Yang memprihatinkan, para PSK dan lelaki hidung belang selama ini beroperasi di lokasi yang seharusnya merupakan tempat ritual karena memiliki nilai-nilai religius dan budaya. Bahkan tak jarang, transaksi dilakukan di Masjid yang terletak tak jauh dari taman.

Kalau mangkalnya di warung-warung sekitar taman Cepuri Parangkusumo,” imbuh dia.

Sementara itu, S salah seorang PSK yang terjaring razia mengaku kapok tertangkap. Warga Semarang, Jawa Tengah ini mengaku akan langsung pulang kampung begitu proses hukum yang membelitnya tersebut selesai. S sendiri mengungkapkan bahwa ia beroperasi di Cepuri Parangkusumo ketika malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Pada hari itu, kawasan Cepuri memang sangat ramai baik oleh warga yang hendak melakukan ritual, maupun orang iseng saja.

"Habis ini saya mau pulang kampung saja, takut ditangkap lagi," ujarnya.