Malam Selasa Kliwon, Belasan PSK dan Lelaki Hidung Belang Terjaring Razia di Parangkusumo
Peristiwa

Malam Selasa Kliwon, Belasan PSK dan Lelaki Hidung Belang Terjaring Razia di Parangkusumo

Kretek,(bantul.sorot.co)--Belasan pekerja seks komersial (PSK) terjaring operasi gabungan yang digelar jajaran Satpol PP Bantul dan Polsek Kretek, di kawasan Parangkusumo, Senin (11/09/2017) malam. Dalam operasi kali ini, petugas menyamar dan berpura-pura sebagai pelanggan untuk menyewa jasa yang ditawarkan.

Dengan berpakaian preman anggota kepolisian dan Satpol PP mendatangi perempuan-perempuan yang menjajakan diri di komplek Cepuri Parangkusumo. Diketahui, setiap malam Selasa Kliwon, tempat ini sering kali digunakan oleh oknum perempuan ‘nakal’ untuk berkencan dengan para lelaki hidung belang.

Ada enam belas orang PSK dan dua lelaki hidung belang yang kita amankan. Mereka kita tangkap di sekitar Cepuri,” ujar Kapolsek Kretek, Kompol Salim, Senin malam.

Sementara itu, Sekretaris Pol PP Bantul, Jati Bayubroto mengatakan, penindakan praktek prostitusi tersebut sebagai upaya untuk menegakkan Perda Nomor 05 Tahun 2007 tentang Larangan Pelacuran di Kabupaten Bantul. 

Menurutnya, sosialisasi terkait larangan tindakan asusila tersebut sudah sering dilakukan, namun para PSK tidak pernah merasa jera dan tetap nekat beroperasi. Pihaknya menegaskan, akan menuntut dengan hukuman maksimal kepada para pelaku yang sudah berulang kali tertangkap dan terbukti di pengadilan.

Sejak Perda ini diundangkan masih ada praktik prostitusi. Kaena jelas melanggar perda, mereka kita tindak dan besok langsung kita bawa ke pengadilan,” ujarnya saat ditemui sorot.co, usai memimpin langsung operasi tersebut.

Sementara itu, perda larangan pelacuran mengatur, bagi setiap orang yang melanggar perda ini diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 10 juta.