Bubarkan HTI, Presiden Jokowi Dinilai Diktator
Hukum & Kriminal

Bubarkan HTI, Presiden Jokowi Dinilai Diktator

Bantul,(bantul.sorot.co)--Pakar Hukum Tata Negara, Prof Yusril Ihza Mahendra menilai pemerintah di bawah rezim Presiden Joko Widodo mulai bertindak diktator. Di antaranya, pembubaran Organisasi Masyarakat (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tanpa melalui mekanisme perundang-undangan yang benar.

Menurut Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini pembubaran HTI terkesan sepihak sehingga memunculkan anggapan jika kekuasaan menjadi sebuah alat kekuatan.

Dengan membubarkan HTI pemerintah sudah menjadi diktator. Ini masalah serius bagi bangsa ini,” ujar Yusril, usai menjadi Narasumber Dialog Kebangsaan di Pendopo Kabupaten Bantul, Sabtu (10/09).

Ia mengatakan, kediktatoran Jokowi mulai tampak saat ia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas. Perppu tersebut menganulir 17 pasal dalam Undang-Undang Ormas No 17 tahun 2003. Sehingga tanpa melalui proses peradilan pemerintah secara sepihak kemudian membubarkan ormas HTI.

Ia mengaku heran karena tiba-tiba muncul pasal 59 ayat 4 Perppu No 2/2017 yang isinya ormas dilarang menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Dalam konteks kasus HTI ini, pemerintah dinilai telah bertindak sewenang-wenang kaerna melakukan tindakan pembubaran tanpa melalui proses peradilan. Lembaga peradilan, sama sekali tidak memiliki peran namun justru pemerintah berdiri untuk memutus perkara itu.

Jika terjadi pertentangan antar pihak, seharusnya ada pihak ketiga yang netral untuk memutuskan perkara itu benar atau tidak. Jika HTI dinyatakan salah ya dibubarkan, jika tidak salah ya jangan dibubarkan. Saya katakan, dengan membubarkan HTI Jokowi menjadi diktator, dan diktator itu tidak ada hubungannya dengan tampang seseorang,” tandasnya.

Atas keputuasn itu, pihaknya tengah melakukan uji materi Perppu tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan ia optimis gugatan terhadap Perppu tersebut bakal dikabulkan.