Tiga Pondok Pesantren di Sewon Tolak Imunisasi Measles Rubella, Dinas Kesehatan Kalang Kabut
Pemerintahan

Tiga Pondok Pesantren di Sewon Tolak Imunisasi Measles Rubella, Dinas Kesehatan Kalang Kabut

Bantul, (bantul.sorot.co)--Adanya penolakan terhadap program imunisasi Measless Rubella oleh tiga Pondok Pesantren di Kecamatan Sewon membuat kalang kabut instansi terkait. Tak hanya kalangan dinas dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul saja yang sibuk memberikan pengertian terhadap para pengurus Ponpes-ponpes tersebut, akan tetapi instansi di tingkat provinsi pun juga ikut turun tangan.

Saat dikonfirmasi, secara tersurat, Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Maya Sintowati Pandji terlihat enggan menjelaskan lebih lanjut terhadap penolakan yang masih terjadi ini. Akan tetapi Maya menandaskan bahwa pihaknya hingga saat ini masih terus terjun ke lapangan melakukan sosialisasi ke sejumlah lembaga pendidikan yang masih menolak program imunisasi ini.

Maya mengungkapkan bahwa terkait penanganan terhadap lembaga pendidikan penolak program imunisasi tersebut, pihak Dinas Kesehatan Bantul melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY.

Bersama Dinas Kesehatan DIY, kita intensifkan sosialisasi,” beber Maya, Rabu (16/08/2017) siang.

Maya meyakini bahwa penolakan ini terjadi hanya lantaran kesalahpahaman saja. Pihak pengelola Pondok masih kurang dalam memahami program pemerintah tersebut sehingga perlu dilakukan pendekatan persuasif.

"Yang jelas, imunisasi ini adalah hak anak untuk masa depannya. Setiap anak berhak mendapatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, ya salah satunya adalah mendapatkan imunisasi,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Bantul sendiri ditegaskan Maya akan terus mengupayakan agar seluruh anak di Bantul bisa mendapatkan imunisasi. Untuk mengantisipasi penolakan yang ada, ia berjanji akan memberikan perlakuan spesial.

Sementara strategi proses imunisasi kita bagi menjadi dua, untuk Agustus ini kita fokuskan pada lembaga pendidikan di bawah Dinas Pendidikan. Sementara untuk September, kita lakukan di lembaga pendidikan di bawah Kementrian Agama, khususnya yang menolak itu, beriringan dengan program imunisasi yang dilakukan di Posyandu dan Puskesmas-puskesmas,” urainya.

Di Bantul sendiri secara umum, program imunisasi Measles Rubella berjalan dengan lancar. Saat ini, sudah 84 ribu anak dari total 217 ribu lebih siswa dari jenjang TK,SD dan SMP telah mendapatkan imunisasi campak rubella.

"Untuk Agustus ini kita tergetkan 156 ribu siswa, sementara sisanya akan kita selesaikan di bulan September,” tandasnya.