Status Belum Terakreditasi, Satu SD Tak Bisa Gelar Ujian Mandiri
Senin, 15 Mei 2017 10:03:00 WIB
| oleh : purwanto
Bantul,(bantul.sorot.co)- Sebanyak 385 Sekolah Dasar (SD) di kabupaten Bantul melaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) secara serenak pada hari ini, Senin (15/5/2017). Dari jumlah tersebut, satu sekolah terpaksa harus menggabung ke sekolah lain untuk mengikuti UASBN karena belum terakreditasi.
“Ada satu sekolah yang harus menggabung ke sekolah lain yakni SDIT Anak Sholeh Sedayu, menggabung ke SDN 1 Pedes. Alasan sekolah ini menggabung karena belum terakreditasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Bantul, Totok Sudarto, dihubungi Senin pagi.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan UASBN kali ini tidak banyak sekolah yang bergabung karena ketentuan pelaksanaan UASBN hanya mewajibkan sekolah yang belum terakreditasi untuk menggabung. Sedangkan sekolah dengan jumlah siswa dibawah 20 masih dapat melaksanakan ujian secara mandiri.
“Sekolah- sekolah yang memiliki siswa sedikit tetap diperbolehkan melaksanakan UASBN sendiri,” jelasnya.
Adapun jumlah peserta ujian yang berasal dari 385 SD negeri dan swasta tersebut mencapai 12.390 siswa. Totok menegaskan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan jumlah siswa peseta ujian dari siswa penyandang disabilitas.
Meski demikian, bagi siswa disabilitas dengan kelainan mental ataupun slow leaner (lambat belajar) diperbolehkan untuk tidak mengikuti UASBN. Apabila siswa tersebut berkeinginan mengikuti UASBN, maka sekolah wajib membuatkan soal dengan tingkat kesukaran disesuaikan dengan kemampuan siswa.
“Siswa dengan kelainan keterbelakangan mental, Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) berbeda dengan siswa reguler. Maka kelulusan dan kriteria nilai juga disesuaikan dengan kemampuan,” tandasnya.


